BANDA ACEH – Mewakili Gubernur Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.SP menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membangun karakter, identitas, dan peradaban bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat membacakan pidato Gubernur Aceh pada penutupan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Tahun 2026 di Aceh di Taman Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026).
Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyair, budayawan, akademisi, pemerhati sastra, serta delegasi dari berbagai negara yang telah hadir dan menjadikan Aceh sebagai ruang perjumpaan budaya selama sepekan.
Menurutnya, PPN XIV bukan sekadar forum pembacaan puisi, tetapi menjadi ruang dialog kebudayaan, pertukaran gagasan, kunjungan sejarah, serta mempererat hubungan antarmanusia lintas bangsa.
“Melalui sastra, kita belajar memahami pengalaman orang lain, menghargai keberagaman, dan menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi milik bersama,” ujar Murthalamuddin saat membacakan pidato Gubernur Aceh.
Ia mengatakan, Aceh merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan yang mempertemukan para penyair dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan sejarah, tradisi literasi, serta warisan intelektual Aceh yang telah berkembang sejak berabad-abad lalu.
Dalam pidato itu juga ditegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), sastra tetap memiliki ruang yang tidak tergantikan karena mengajarkan kedalaman makna, menjaga nurani, empati, dan kepekaan manusia.
Murthalamuddin berharap hasil Pertemuan Penyair Nusantara XIV tidak berhenti sebagai dokumentasi semata, tetapi melahirkan rekomendasi, antologi puisi, hasil diskusi, serta jejaring kerja sama yang memperkuat sastra Melayu dan sastra Nusantara melalui kolaborasi lintas negara, pertukaran karya, penerjemahan sastra, dan ruang dialog budaya bagi generasi muda.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter, identitas, dan peradaban. Karena itu, Pemerintah Aceh berkomitmen terus mendukung pelestarian sastra, bahasa, seni, dan seluruh kekayaan budaya sebagai identitas masyarakat Aceh.
Di akhir sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan penghargaan kepada panitia, Balai Bahasa Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, komunitas sastra, media massa, sponsor, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan PPN XIV.
Ia juga berpesan kepada seluruh delegasi yang kembali ke daerah dan negara masing-masing agar membawa pulang bukan hanya cendera mata, tetapi juga kenangan tentang persaudaraan serta semangat untuk terus menulis, berkarya, dan merawat bahasa sebagai jalan membangun peradaban yang damai, berkeadaban, dan lebih manusiawi.
Pada penutupan PPN XIV turut hadir staff ahli bidang hubungan lembaga kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D, Presiden penyair Sutardji Calzoum Bachri, Penyair Jose Rizal Manua, Ahmadun Yosi Herfanda, LK Ara, dan penyair peserta PPN XIV.[]










