Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Mewakili Gubernur, Kadisdik Aceh: Sastra Adalah Fondasi Peradaban Persaudaraan Bangsa

Joe Samalanga by Joe Samalanga
29/06/2026
in Nanggroe
0
Mewakili Gubernur, Kadisdik Aceh: Sastra Adalah Fondasi Peradaban Persaudaraan Bangsa

BANDA ACEH – Mewakili Gubernur Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.SP menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membangun karakter, identitas, dan peradaban bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat membacakan pidato Gubernur Aceh pada penutupan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Tahun 2026 di Aceh di Taman Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026).

Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyair, budayawan, akademisi, pemerhati sastra, serta delegasi dari berbagai negara yang telah hadir dan menjadikan Aceh sebagai ruang perjumpaan budaya selama sepekan.

Menurutnya, PPN XIV bukan sekadar forum pembacaan puisi, tetapi menjadi ruang dialog kebudayaan, pertukaran gagasan, kunjungan sejarah, serta mempererat hubungan antarmanusia lintas bangsa.

“Melalui sastra, kita belajar memahami pengalaman orang lain, menghargai keberagaman, dan menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi milik bersama,” ujar Murthalamuddin saat membacakan pidato Gubernur Aceh.

Ia mengatakan, Aceh merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan yang mempertemukan para penyair dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan sejarah, tradisi literasi, serta warisan intelektual Aceh yang telah berkembang sejak berabad-abad lalu.

Dalam pidato itu juga ditegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), sastra tetap memiliki ruang yang tidak tergantikan karena mengajarkan kedalaman makna, menjaga nurani, empati, dan kepekaan manusia.

Murthalamuddin berharap hasil Pertemuan Penyair Nusantara XIV tidak berhenti sebagai dokumentasi semata, tetapi melahirkan rekomendasi, antologi puisi, hasil diskusi, serta jejaring kerja sama yang memperkuat sastra Melayu dan sastra Nusantara melalui kolaborasi lintas negara, pertukaran karya, penerjemahan sastra, dan ruang dialog budaya bagi generasi muda.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter, identitas, dan peradaban. Karena itu, Pemerintah Aceh berkomitmen terus mendukung pelestarian sastra, bahasa, seni, dan seluruh kekayaan budaya sebagai identitas masyarakat Aceh.

Di akhir sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan penghargaan kepada panitia, Balai Bahasa Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, komunitas sastra, media massa, sponsor, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan PPN XIV.

Ia juga berpesan kepada seluruh delegasi yang kembali ke daerah dan negara masing-masing agar membawa pulang bukan hanya cendera mata, tetapi juga kenangan tentang persaudaraan serta semangat untuk terus menulis, berkarya, dan merawat bahasa sebagai jalan membangun peradaban yang damai, berkeadaban, dan lebih manusiawi.

Pada penutupan PPN XIV turut hadir staff ahli bidang hubungan lembaga kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D, Presiden penyair Sutardji Calzoum Bachri, Penyair Jose Rizal Manua, Ahmadun Yosi Herfanda, LK Ara, dan penyair peserta PPN XIV.[]

Previous Post

Iran Peringatkan Jalur Alternatif Hormuz Bisa Picu Ketegangan

Next Post

Gelombang Panas Eropa, Ceko Catat Rekor Suhu 41,1 Derajat

Next Post
Gelombang Panas Eropa, Ceko Catat Rekor Suhu 41,1 Derajat

Gelombang Panas Eropa, Ceko Catat Rekor Suhu 41,1 Derajat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

21 Agustus: Tragedi Rumoh Geudong, Ahli Waris dan Aktivis HAM Aceh Desak Keadilan Menyeluruh

19/08/2026
Ulama Dayah Aceh Barat Akan Gelar MUDAB Akbar ke-4, Hadirkan Ketua MPU Aceh Sebagai Pemateri

Ulama Dayah Aceh Barat Akan Gelar MUDAB Akbar ke-4, Hadirkan Ketua MPU Aceh Sebagai Pemateri

19/08/2026
Abdya Terima Bantuan Logistik Rp1,77 Miliar dari Pemerintah Aceh

Abdya Terima Bantuan Logistik Rp1,77 Miliar dari Pemerintah Aceh

19/08/2026
Bupati Abdya Santuni 1.604 Anak Yatim, Berharap Pejabat Bisa Jadi Ayah Asuh

Bupati Abdya Santuni 1.604 Anak Yatim, Berharap Pejabat Bisa Jadi Ayah Asuh

19/08/2026
Tak Cukup Kibarkan Bendera, Mapala CEMPAGA dan Relawan Gesit Pidie Bawa Semangat Kemerdekaan ke Perut Bumi

Tak Cukup Kibarkan Bendera, Mapala CEMPAGA dan Relawan Gesit Pidie Bawa Semangat Kemerdekaan ke Perut Bumi

19/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Mewakili Gubernur, Kadisdik Aceh: Sastra Adalah Fondasi Peradaban Persaudaraan Bangsa

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com