Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Sang Kombatan [Jilid 2]-Bagian 2

redaksi by redaksi
03/10/2026
in Cerbung
2
Sang Kombatan [Jilid 2]

PRIA berperut buncit di samping-ku tertawa lepas. Demikian juga dengan dua pria lainnya yang duduk di depanku. Aku melihat ke arah perutnya sambil tersenyum.

Kami berempat dalam satu mobil. Ketiga rekan dalam perjalanan ini merupakan mantan se-kamp saat masih bergerilya dulu.

Pria buncit tadi biasa dipanggil Rusli. Ia adik dari almarhum Rahmad, kawan seangkatan yang masuk GAM bersama-ku. Setelah Rahmad meninggal dalam kontak tembak dengan Tentara Republic pertengahan tahun 2001, Rusli bergabung untuk meneruskan ‘perjuangan’ sang almarhum.

Saat bergabung dengan Tentara Nanggroe, Rusli masih berumur 18 tahun dan badannya agak kekar. Namun kini setelah hampir 25 tahun berlalu, tubuhnya malah melebar ke samping.

“Aku tak pernah latihan lagi. Masakan istriku juga lumayan enak,” ujar Rusli seperti mengerti apa yang aku pikirkan.

Rusli menikah dengan anak kepala desa usai damai. Konon, mereka sama sama jatuh cinta saat di masa sekolah. Begitu damai, Rusli datang melamar dan langsung diterima. Kini mereka memiliki tiga anak yang sudah berusia sekolah.

Istri Rusli juga seorang bidan kampung.

“Terus terang aku sedikit cemburu dengan kehidupanmu sekarang. Semoga selalu bahagia,” ujarku pada Rusli. Ia terlihat tersenyum lebar mendengar ucapanku.

Sedangkan di bagian depan, ada Iwan dan Mustafa. Mustafa menjadi sopir kami dalam perjalanan ini. Sedangkan Iwan duduk di sisi kiri Mustafa.

Mereka bertiga hampir seangkatan saat jadi Tentara Nanggroe. Dalam hal daftar dan umur, aku mungkin lebih senior beberapa tahun dari mereka. Namun dalam hal jabatan dalam structural komando setelah damai, aku kini harus memanggil mereka ‘Pang.’

“Pakwa. Apa komunikasi dengan Mualem masih selancar dulu?” tanya Mustafa dari arah depan tiba-tiba. Ia bertanya tanpa menatap ke arahku dan focus melihat jalan yang mulai gelap.

Aku terdiam mendengar pertanyaan ini.

“Tidak,” ujarku singkat.

Suasana sedikit berubah seusai mereka mendengar jawabanku.

“Bisa dimaklumi. Sekarang beliau kepala daerah,” kata Mustafa mencoba mencair suasana.

“Ya,” jawabanku lagi kemudian. Iwan dan Rusli terlihat mengangguk bareng. Sedangkan aku kembali terdiam.

“Kalau Kak Muti ngimana kabarnya sekarang?” tiba-tiba pertanyaan itu terdengar dari arah Iwan.

Aku sedikit tersentak. Tapi kemudian mencoba menguasai keadaan. “Baik,” kataku singkat tanpa menoleh. Jawaban ini lagi-lagi membuat suasana terasa canggung. Entah mereka bertiga mengetahui sesuatu tentangku yang negatif.

[Bersambung]

 

Baca Juga:

Sang Kombatan [Jilid 2]

 

Tags: Musa AMsang kombatanSang kombatan jilid 2
Previous Post

Polda Gerebek Tambang Emas Ilegal di Nagan, Tangkap 8 Orang dan Sita 2 Ekskavator

Next Post

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Next Post
Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Comments 2

  1. Ping-balik: Sang Kombatan [Jilid 2] – Bagian 3 – Atjeh Watch
  2. Ping-balik: Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 5 – Atjeh Watch

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

14/10/2026
Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 2]

14/10/2026
Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

14/10/2026
Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

14/10/2026
Bunda PAUD dan Disdikbud Aceh Besar Dorong Penguatan Karakter di Fase Golden Age

Bunda PAUD dan Disdikbud Aceh Besar Dorong Penguatan Karakter di Fase Golden Age

14/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Sang Kombatan [Jilid 2]-Bagian 2

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

Bupati Tembus Bappenas, SKPK Pidie Jaya Kembali Usulkan Revisi R3P

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com