Banda Aceh – Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh menyatakan ibu kota Provinsi Aceh tersebut membuat gudang penyimpanan atau cold storage untuk komoditas pangan hortikultura.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, Jumat, mengatakan komoditas hortikultura bukanlah produk pangan yang memiliki daya tahan lama, sehingga membutuhkan tempat penyimpanan.
“Kota Banda Aceh ini membutuhkan gudang pendingin atau cold storage untuk penyimpanan komoditas pangan hortikultura. Fungsinya sama dengan gudang pendingin untuk komoditas perikanan,” katanya.
Di Kota Banda Aceh, kata Iskandar, gudang penyimpanan komoditas perikanan ada lima unit. Ketika hasil tangkap nelayan meningkatkan, bisa disimpang di gudang tersebut dan dijual saat terjadi kelangkaan ikan saat cuaca ekstrem.
Menurut Iskandar, fungsi gudang penyimpanan untuk komoditas pangan hortikultura juga tidak beda dengan gudang pendingin perikanan. Jika komoditas pangan hortikultura sedang kelebihan produktivitas, maka dapat disimpan dalam waktu tertentu.
“Selain itu, Kota Banda Aceh juga bukan daerah sentra produksi komoditas pangan hortikultura. Dengan adanya gudang penyimpanan ini, maka rantai pasok dapat terjaga dan harga juga tidak mengalami gejolak,” kata Iskandar.
Iskandar mencontoh ketika terjadi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten kota di Provinsi Aceh pada akhir November 2025. Komoditas pangan hortikultura seperti cabai, bawang, sayuran, dan lainnya di Kota Banda Aceh sempat mengalami krisis.
Distribusi pasokan dari sentra produksi seperti Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan daerah lainnya terhenti, sehingga masyarakat Kota Banda Aceh kesulitan mendapatkannya komoditas pangan hortikultura.
Kondisi ini, kata Iskandar, berdampak pada lonjakan harga karena pasokan tidak ada. Bencana tersebut bisa menjadi pengalaman bagaimana suatu daerah menjaga persediaan komoditas pangan hortikultura tetap terjaga.
“Kami juga berupaya mengundang investor membangun gudang penyimpanan untuk komoditas pangan hortikultura ini, sehingga rantai pasokan serta stabilitas harga tetap terjaga,” kata Iskandar.










