Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

redaksi by redaksi
05/07/2026
in Internasional
0
Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Iran mencabut blokade Selat Hormuz setelah mencapai kesepakatan awal dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. REUTERS/Stringer

Jakarta – Iran mencabut blokade Selat Hormuz setelah mencapai kesepakatan awal dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Iran juga menetapkan tenggat waktu (deadline) satu bulan bagi AS untuk menyepakati negosiasi damai.

Iran juga meminta AS membuat kesepakatan dalam 30 hari untuk mengakhiri perang di Iran dan Lebanon, serta menyudahi blokade di pelabuhan Iran.

Seiring dengan tidak adanya lagi serangan, Duta Besar Iran untuk China menegaskan pada Sabtu (4/7) bahwa biaya baru akan dikenakan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, sambil memastikan bahwa negara-negara sahabat akan menerima perlakuan khusus.

Kesepakatan awal yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang mereka menetapkan bahwa kapal-kapal komersial akan melintasi Selat Hormuz secara gratis selama 60 hari, tetapi masih belum jelas apa yang akan berlaku setelah periode tersebut.

Duta Besar Iran Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan kepada Forum Perdamaian Dunia di Beijing bahwa negaranya sedang bekerja sama dengan Oman dalam “kolaborasi dan kerja sama” mengenai “pengaturan baru” untuk jalur air vital tersebut.

“Sebagai negara di mana Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan,” kata Azli dalam pernyataan mengutip AFP, Minggu (5/7).

“Pengaturan baru ini akan berkaitan dengan jaminan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, pengawasan jalur pelayaran kapal… dan juga menjamin serta menangani konsekuensi lingkungan dari banyaknya kapal,” katanya.

“Kami pasti akan mempertimbangkan perlakuan khusus untuk negara-negara yang bersahabat dengan kami dan secara khusus mendukung kami selama masa-masa sulit,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa proposal damai Iran ini berisi 14 poin yang di antaranya menyerukan jaminan agar tak ada lagi serangan atau agresi di masa mendatang. Dalam proposal tersebut, Iran juga meminta agar aset-aset mereka yang dibekukan AS dibebaskan dan segala sanksi dicabut.

Usulan ini disebut diserahkan Iran pada Kamis (30/5) melalui Pakistan selaku negara mediator. Menurut para sumber, proposal Iran ini memiliki sejumlah fase, di mana fase kedua hanya bisa dijalani jika fase awal tercapai.

Fase kedua disebut berfokus pada program nuklir Iran, yang dianggap AS sebagai “garis merah”. Iran telah menegaskan program nuklir mereka untuk keperluan sipil dan bersikeras mempertahankan pengayaan uraniumnya.

“Sekarang bolanya ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

Next Post

Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

Next Post
Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

UIN Ar-Raniry Raih Peringkat Utama Perguruan Tinggi Responsif Gender 2026

UIN Ar-Raniry Raih Peringkat Utama Perguruan Tinggi Responsif Gender 2026

05/07/2026
Pria Asal Aceh Ditangkap Usai Gagal Seledupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit Tapanuli Utara

Pria Asal Aceh Ditangkap Usai Gagal Seledupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit Tapanuli Utara

05/07/2026
Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

05/07/2026
Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

05/07/2026
Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

05/07/2026

Terpopuler

Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

05/07/2026

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com