Banda Aceh – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh hingga kini masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait penyidikan insiden ledakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan penyidik Polda Aceh masih melakukan penyidikan secara menyeluruh terkait peristiwa ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2.
“Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Hasil pemeriksaan laboratorium ini sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut dan arah penyidikan lebih lanjut,” katanya
Sebelumnya, terjadi ledakan di kamar mesin kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat (12/6). Kapal tersebut baru tiba setelah berlayar dari Pulau Weh melalui Pelabuhan Balohan, Kota Sabang.
Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, di antaranya 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal KMP Aceh Hebat 2. Para korban menjalani penanganan medis di RSUD Zainoel Abidin.
Hingga kini, tiga korban meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sedangkan lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Berdasarkan keterangan penyidik, kata dia, sejak penanganan perkara dimulai, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk meminta bantuan tim laboratorium forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Tim penyidik telah berkoordinasi dengan laboratorium forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut sangat penting karena akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan arah penyidikan,” ujar Joko.
Joko Krisdiyanto mengatakan penyidik juga sudah memeriksa sebanyak 12 orang saksi. Saksi-saksi terdiri petugas PT ASDP Indonesia Ferry, pihak politeknik serta pihak lainnya yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian,” kata Joko Krisdiyanto.
Perwira menengah Polda Aceh itu menyebutkan penyidikan difokuskan pada pendalaman terhadap seluruh kemungkinan penyebab ledakan, termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun unsur pidana lainnya berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh.
Sementara itu, kata dia, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan status quo telah selesai dilaksanakan. Sejalan dengan itu, garis polisi (police line) telah dicabut dan kapal telah diserahkan kembali kepada pihak PT ASDP Indonesia Ferry guna pemeriksaan teknis serta perbaikan apabila diperlukan.
Penyerahan kapal kembali dengan mempertimbangkan KMP Aceh Hebat 2 merupakan sarana transportasi laut memiliki peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat pada lintasan Banda Aceh dan Sabang.
“Penyidik Polda terus bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah hasil pemeriksaan laboratorium forensik diterima dan dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan,” kata Joko Krisdiyanto.









