BANDA ACEH – Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh menggandeng Densus 88 Antiteror Mabes Polri dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung di Aula Kemenag Kota Banda Aceh, Senin, 20 Juli 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr H Salman SPd MAg, didampingi Kasubbag Tata Usaha Kusnadi SAg MA, serta dihadiri para kepala seksi, penyelenggara zakat dan wakaf, kepala madrasah, kepala KUA, penyuluh agama Islam, dan ASN di lingkungan Kemenag Kota Banda Aceh.
Sebagai narasumber, Ketua Tim Pencegahan Densus 88 Antiteror Mabes Polri, AKBP Goentoro Wisnu, menyampaikan materi mengenai penguatan wawasan kebangsaan, deteksi dini terhadap penyebaran paham radikal, serta pentingnya peran ASN dalam menjaga persatuan, keutuhan bangsa, dan stabilitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Salman., mengatakan bahwa pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ASN Kementerian Agama yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
“ASN Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan bangsa. Melalui sinergi dengan Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini, kami berharap seluruh ASN semakin memahami pentingnya wawasan kebangsaan, menguatkan moderasi beragama, serta mampu menjadi agen pencegahan terhadap berkembangnya paham radikalisme di lingkungan masyarakat,” ujar Salman.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Kementerian Agama dan Densus 88 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa melalui pendekatan edukatif, sehingga ASN mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan pembinaan diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri atas pejabat struktural, kepala madrasah negeri, kepala KUA, penyuluh agama Islam, dan ASN Kementerian Agama Kota Banda Aceh.[]










