KUTACANE – Kebakaran rumah terjadi di Desa Lumban Tua, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Sabtu, 18 Juli 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit rumah mengalami rusak berat dan satu unit rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian tersebut.
Akibat peristiwa ini, sebanyak 2 Kepala Keluarga (KK) atau 14 jiwa terdampak. Kerugian material meliputi: 1 unit rumah rusak berat (RB) dan 1 unit rumah rusak ringan (RR).
Menindaklanjuti laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan darurat. Sebanyak 5 unit armada pemadam kebakaran diterjunkan guna mengendalikan kobaran api, disertai pelaksanaan kaji cepat untuk mengidentifikasi dampak serta kebutuhan penanganan lanjutan.
Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.45 WIB, sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Bahron Bakti, ST., MT., mengapresiasi gerak cepat personel BPBD Kabupaten Aceh Tenggara dalam menangani kejadian tersebut.
“Kami mengapresiasi kesigapan petugas di lapangan yang mampu mengendalikan api dalam waktu singkat sehingga dampak yang lebih besar dapat dicegah. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta menyiapkan langkah-langkah pencegahan di lingkungan masing-masing,” ujar Bahron Bakti.
BPBA terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Aceh Tenggara untuk melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak kejadian serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi darurat lainnya agar dapat ditangani dengan cepat.










