SIGLI – Menyusul proses penyaluran berbagai program bantuan yang akan dilakukan Baitul Mal Pidie, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie mengingatkan Baitul Mal Kabupaten Pidie agar tidak menjadikan proses verifikasi calon penerima bantuan sekadar memenuhi prosedur administrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Sastra Putra SH alias Bang Bulek kepada Atjehwatch.com di ruang kerjanya, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menegaskan, setiap penerima harus dipastikan benar-benar layak agar penyaluran bantuan tidak menimbulkan polemik dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, akurasi data menjadi faktor paling menentukan keberhasilan program bantuan. Kesalahan dalam menetapkan penerima tidak hanya merugikan masyarakat yang berhak, tetapi juga berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola dana umat.
“Verifikasi harus dilakukan secara profesional dan turun langsung ke lapangan. Jangan hanya mengandalkan data di atas kertas. Pastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sehingga tidak memicu gejolak di tengah masyarakat,” tegas Bang Bulek
Bang Bulek, menilai proses verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi riil calon penerima. Dengan demikian, bantuan yang bersumber dari dana umat dapat disalurkan secara adil, transparan, dan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sebagai lembaga pengawas, DPRK Pidie juga berharap Baitul Mal menjaga integritas dalam setiap tahapan penyaluran bantuan, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga penetapan penerima manfaat.
Transparansi, menurut Bang Bulek, menjadi kunci untuk mencegah munculnya dugaan pilih kasih maupun kesalahan sasaran yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Dana yang dikelola Baitul Mal merupakan amanah. Karena itu, proses penyalurannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” Pungkas Bang Bulek Ketua DPRK Pidie.[Mul]










