BLANGPIDIE — Gerakan inovatif Bupati dan Wakil Bupati Abdya yang mewajibkan seluruh pejabat jajaran Pemkab Abdya menjadi ‘ayah asuh’ bagi anak yatim sampai saat ini terus meluas.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4) Kabupaten Aceh Barat Daya juga telah resmi meluncurkan “Program Gerakan Orang Tua Asuh”.
Program ini menyasar sejumlah orang anak yatim di wilayah Abdya yang masih duduk di bangku SD dan SMP. Bentuk asuhan yang diberikan difokuskan pada bidang pendidikan.
Plt. Kepala DPMP4 Abdya, Jufri, S.Ag., M.M mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama masyarakat untuk memastikan anak yatim tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
“Gerakan Orang Tua Asuh ini hadir agar anak-anak yatim di Abdya tidak putus sekolah. Kami ingin mereka tetap semangat belajar dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Jufri, Kamis (10/09/2026).
Berdasarkan data DPMP4 Abdya, 7 anak penerima manfaat berasal dari beberapa gampong, di antaranya Keude Siblah, Padang Sikabu, Kedai Palak Kerambil, Geulumpang Payong, dan Kuta Tuha.
Para orang tua asuh yang terlibat berasal dari unsur pejabat dan masyarakat Abdya, di antaranya Jufri, S.Ag., M.M, Mahyuddin, SH, Diski Rahamdy, SE, Hendra Utama, SE, Julisna, SE, dan Hermansyah, SE.
Seluruh bentuk asuhan yang diberikan saat ini adalah dukungan pendidikan. DPMP4 berharap ke depan program ini bisa terus berkembang dan melibatkan lebih banyak orang tua asuh.
“Ini langkah awal. Kami mengajak ASN, pengusaha, dan masyarakat Abdya lainnya untuk ikut menjadi orang tua asuh. Bersama kita jamin masa depan anak-anak kita,” tambah Jufri.
Program ini sejalan dengan visi Abdya “Sapeue Kheuen Sahou Langkah” dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Ini juga Tertuang dalam Surat Bupati Abdya Nomor 000.8/425 yang berlaku sejak September 2026,” pungkas Jufri.









