Calang — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melakukan penyegaran dan rotasi jabatan terhadap empat Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Setdakab Aceh Jaya, Kamis (10/9/2026), dan dihadiri Bupati Aceh Jaya, Wakil Bupati Aceh Jaya, Ketua DPRK Aceh Jaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Jaya, serta para kepala SKPK.
Empat pejabat yang dilantik masing-masing Asy’ary, Juanda, Fahmi, dan Muhammad Milsa. Keempatnya mendapat penugasan baru pada sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemkab Aceh Jaya.
Asy’ary, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya, dilantik sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Jaya.
Selanjutnya, Juanda yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Jaya dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya.
Sementara itu, Fahmi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga Aceh Jaya mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Jaya.
Adapun Muhammad Milsa, yang sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Jaya, dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga Aceh Jaya.
Selain melantik empat JPT Pratama, Bupati Aceh Jaya juga melantik enam pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya.
Keenam pejabat fungsional tersebut yakni Rita Ariana sebagai Perawat Ahli Muda pada UPTD Puskesmas Patek; Suci Mailanie sebagai Sanitarian Ahli Muda pada UPTD Puskesmas Lhok Kruet; Jumiati sebagai Perawat Ahli Muda pada UPTD Puskesmas Patek; Maya Ulfa sebagai Pranata Laboratorium Kesehatan Mahir pada UPTD Puskesmas Calang; Mavi Romadani sebagai Perawat Ahli Muda pada UPTD Puskesmas Teunom; serta Sri Rahayu sebagai Administrator Kesehatan Ahli Pertama pada Dinas Kesehatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, mengatakan rotasi dan penempatan pejabat merupakan bagian yang lazim dalam dinamika organisasi pemerintahan.
Menurutnya, proses pelantikan tersebut bukan dilakukan secara tiba-tiba, melainkan telah melalui tahapan serta proses seleksi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang aparatur sipil negara (ASN) tidak semata-mata diukur dari tinggi atau rendahnya jabatan yang diemban, tetapi dari seberapa besar kontribusi dan manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, saya berharap kepada saudara-saudari yang dilantik untuk bekerja dengan penuh integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai ASN, berakhlak, serta menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya,” katanya.
Muslem D juga meminta para pejabat yang baru dilantik untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin cepat, mudah, transparan, dan berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi antarperangkat daerah.
Menurutnya, kepentingan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Kita berharap seluruh pejabat dapat menjadi bagian dari birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ujarnya.
Muslem D Juga optimistis para pejabat yang mendapat amanah baru mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan semangat pengabdian.








