BIREUEN – Pesantren Modern Al Zahrah menggelar tes penempatan TOAFL dan TOEFL yang diikuti 128 santri di Aula Utama Pesantren setempat, Senin, 21 Juli 2026.
Peserta terdiri dari santri Kelas 4, Kelas 5, Kelas 6, dan Kelas 3 Intensif. Tes penempatan atau placement test ini dilaksanakan dua sesi, bahasa Arab dan bahasa Inggris, dengan durasi masing-masing satu jam.
Koordinator Bahasa Pesantren Modern Al Zahrah, Ustaz Fajri, S.Pd.I., mengatakan tes ini merupakan bagian dari program penguatan bahasa asing di lingkungan pesantren.
“Hasil tes ini akan menjadi dasar untuk pemetaan kemampuan dan pembinaan bahasa santri ke depan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ustaz Fajri menjelaskan, Pesantren Modern Al Zahrah mewajibkan penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam komunikasi harian santri. Selain kemampuan percakapan, santri juga dibekali literasi yang mengacu pada materi TOEFL dan TOAFL.
“Pengembangan bahasa asing menjadi salah satu program prioritas Al Zahrah,” kata Ustazah Fajri, alumnus Kampung Inggris Pare.
Ia menyebut, motto santri Al Zahrah adalah “Saya santri Pesantren Al Zahrah tidak berbicara kecuali bahasa Arab dan Inggris.” Program pengembangan bahasa ini dikelola oleh Pusat Pengembangan Bahasa Pesantren.
Menurut Ustaz Fajri, sertifikat TOEFL dan TOAFL umumnya dibutuhkan sebagai syarat melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri.
“TOEFL biasanya untuk negara berbahasa Inggris, sedangkan TOAFL untuk negara berbahasa Arab,” jelasnya.










