MEULABOH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah udara Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Aceh sebagai upaya mencegah meluasnya karhutla di daerah ini.
“Operasi penyemaian awan ini dikerahkan sebagai bagian dari upaya penanganan kebencanaan di Aceh Barat dan Nagan Raya,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronal di Aceh Barat, Sabtu.
Ia menjelaskan operasi ini difokuskan pada area potensial untuk memicu pembentukan atau penebalan awan hujan.
Menurutnya, misi penyemaian bahan semai ini menyasar wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya pada cakupan blocking area Radial 120–210 / 50–120 NM dengan bearing 140 dari Banda Aceh.
“Operasi ini direncanakan menerbangkan 1.000 kg (1 ton) garam NaCl,” kata Teuku Ronal menambahkan.
Penerbangan sortie 1 tersebut dioperasikan menggunakan armada pesawat Cessna C208 bernomor registrasi PK-SNM. Pesawat lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda (BTJ) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
Penyemaian dilakukan pada ketinggian jelajah (altitude) antara 8.000 hingga 12.000 kaki.
“Penyemaian bahan semai NaCl sebanyak satu ton ini dilakukan pada ketinggian ideal 8.000–12.000 kaki agar distribusi garam klorida di dalam awan berjalan optimal,” kata Teuku Ronal menambahkan.
Langkah OMC ini diharapkan dapat secara efektif mendukung percepatan pemulihan kondisi cuaca dan hidrometeorologi di kawasan barat Aceh.
BPBD Aceh Barat juga mencatat luas lahan yang saat ini sudah terbakar di empat kecamatan di daerah setempat sudah mencapai seluas 12,5 Ha meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Samatiga, Kecamatan Meureubo, serta Kecamatan Woyla Barat.










