Bang Oja: Pendidikan Santri Jangan Sampai Terhenti
MEUREUDU – Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pidie Jaya, H. Muhammad Ridha, ST, MM atau yang akrab disapa Bang Oja, menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah di Gampong Blang Kuta Barat, Kecamatan Bandar Dua, Selasa 4 Agustus 2026
Bantuan yang disalurkan berupa beras, mi instan, minyak goreng, gula, telur, air mineral, berbagai kebutuhan pokok lainnya, serta santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri dan pengurus dayah yang terdampak musibah.
Bang Oja mengatakan, kehadiran PKB merupakan bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini menjadi pilar pembentukan akhlak dan karakter generasi muda.
“Musibah ini adalah ujian yang sangat berat bagi keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah. Kami dari DPC PKB Pidie Jaya hadir untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Bantuan ini mungkin belum mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami, tetapi kami berharap dapat meringankan beban para santri dan pengurus dayah,” kata Bang Oja.
Ia menegaskan bahwa proses pendidikan para santri tidak boleh terhenti hanya karena musibah kebakaran.
“Dayah adalah tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak. Jangan sampai musibah ini mematahkan semangat para santri untuk terus belajar. Kami berharap kegiatan pendidikan dapat segera pulih sehingga para santri bisa kembali menuntut ilmu dengan nyaman,” ujarnya.
Bang Oja juga mengajak pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, serta masyarakat luas untuk bergotong royong membantu pembangunan kembali fasilitas dayah yang hangus terbakar.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pengurus dayah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama.
Kami mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi, baik melalui bantuan material, tenaga maupun doa, agar Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah dapat berdiri kembali dan aktivitas belajar mengajar segera normal,” tambahnya.
Seperti diketahui, kebakaran yang melanda kompleks Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah menghanguskan sedikitnya satu unit rumah, dua balai pengajian, empat bilik santri, satu unit genset, tiga unit sepeda motor, serta sejumlah kitab pengajian.
Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sekitar 50 santri dipastikan selamat karena saat kebakaran terjadi mereka sedang mengikuti kegiatan belajar di sekolah sehingga asrama dan balai pengajian dalam keadaan kosong.
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, api diduga pertama kali muncul dari salah satu balai pengajian akibat korsleting atau arus pendek instalasi listrik.
Kobaran api kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang sebagian besar berkonstruksi kayu sehingga api sulit dikendalikan.
Saat ini, para santri dan pengurus dayah mulai membersihkan puing-puing kebakaran sambil menunggu dukungan berbagai pihak untuk membangun kembali fasilitas yang musnah.
Bantuan dari DPC PKB Pidie Jaya diharapkan menjadi pemantik solidaritas masyarakat agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan para santri segera kembali belajar dalam kondisi yang layak.[Mul]










