BLANGPIDIE — Harga semen di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kenaikan sejak tiga hari terakhir ini.
Menurut pengakuan salah seorang pemilik toko bangunan di Blangpidie, Miswar, harga semen saat ini naik sebesar Rp5.000 per sak.
“Baru tiga hari ini harga semen naik. Sebelumnya kita jual Rp70 ribu per sak, kini naik menjadi Rp75 ribu,” kata Miswar, Selasa (04/08/2026).
Menurutnya, untuk saat stok semen di Abdya sedang kosong. Diduga ada permainan monopoli. Ironi, padahal Aceh memiliki pabrik semen besar, yaitu PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar. Kapasitas produksi mereka mencapai 1,6 juta ton per tahun, yang secara teori jauh melampaui kebutuhan total warga Aceh (sekitar 900 ribu ton per tahun). Kelangkaan di “lumbung sendiri” inilah yang memicu kecurigaan adanya penimbunan atau penataan kuota yang tidak adil.
“Padahal, kita memiliki pabrik semen di Aceh, tapi stoknya bisa kosong. Kita tidak mengetahui apa penyebab stok semen ini bisa kosong, namun berat dugaan ada yang menimbun atau kuota yang tidak cukup,” ucapnya.
Ia menyebutkan toko bangunan di Abdya sudah dua hari mengalami kekosong semen karena tidak dipasok oleh pihak pabrik yang ada di Aceh.
Miswar berharap kepada pihak terkait agar masalah semen ini bisa segera tertangani, sehingga pasokan semen ke kabupaten/kota di Aceh bisa berjalan normal seperti biasanya.
Diketahui, kelangkaan dan lonjakan harga terparah juga terjadi di Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie hingga Aceh Besar.
“Gubernur dan pihak terkait harus cepat bergerak untuk persoalan ini. Kami berharap segara ada solusi dari masalah kelangkaan semen ini,” asa Miswar.










