BLANGPIDIE – Peta politik perwakilan Aceh di tingkat nasional mulai menghangat. Salah satu putra asal Aceh Barat Daya (Abdya), Idris, S.Hi atau yang akrab disapa Idris Abdya, memantapkan langkahnya untuk maju sebagai Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Utusan Aceh pada periode mendatang.
Kepastian tersebut ditandai dengan beredarnya poster resmi Idris Abdya dengan tagline “Arah Baru Perwakilan Daerah Untuk Indonesia Maju”. Dalam poster tersebut, Idris tampil khas dengan peci Aceh bermotif rotan, simbol kedekatan dengan identitas keacehan.
Idris Abdya kepada media ini, Minggu (21/09/2026), mengatakan keinginannya maju ke DPD RI berangkat dari kegelisahan akan belum optimalnya suara daerah, khususnya Aceh, dalam kebijakan nasional.
“Selama ini Aceh punya kekhususan dan keistimewaan, tapi belum sepenuhnya terimplementasi dalam kebijakan pusat. DPD RI adalah jembatan konstitusional daerah. Saya ingin membawa arah baru, cara baru memperjuangkan kepentingan Aceh dengan lebih lantang dan berintegritas,” ujar Idris, pemuda pisioner yang pernah menahkodai KNPI Abdya periode 2014 -2017.
Mantan Ketua Panwaslih Abdya periode pemilihan tahun 2016–2017 itu juga menilai, DPD RI harus kembali ke khittah sebagai representasi daerah, bukan sekadar pelengkap politik nasional. Menurutnya, isu-isu fundamental seperti ketahanan petani, nelayan, pembangunan kawasan pesisir, hingga keadilan dana bagi hasil Migas Aceh perlu dikawal secara serius di Senayan.
Idris yang dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Abdya ini mengaku telah melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh masyarakat, ulama, pemuda dan mahasiswa di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
Dukungan pun mulai mengalir, terutama dari basisnya di kawasan Barat Selatan Aceh.
“Kita ingin figur DPD RI yang tidak hanya datang saat musim pemilu, tapi yang benar-benar memahami denyut nadi gampong. Sosok Bang Idris Abdya kita nilai dekat dengan rakyat kecil,” kata salah seorang tokoh pemuda Abdya.
Jika terpilih nanti, Idris berkomitmen untuk membuka kantor penghubung aspirasi di setiap dapil dan rutin melakukan reses ke pelosok Aceh, bukan hanya di ibukota kabupaten.
“Perwakilan daerah harus hadir di tengah daerah. Arah baru yang kita maksud adalah DPD RI yang bekerja, bukan hanya bersuara,” pungkasnya.








