MEUREUDU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Kelompok 38 Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun 2026 di Desa Mee Peuduek.
melaksanakan kegiatan gotong royong berupa pembersihan lingkungan dan pengecatan Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng yang berlokasi di Desa Mee Peuduek Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian situs sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari warisan masyarakat setempat.
Teungku Haji Panglima Nyan Doeng merupakan salah satu tokoh pejuang Aceh yang lahir di Pante Geulima, Meureudu, wilayah yang kini termasuk dalam Kabupaten Pidie Jaya. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki keberanian dan semangat juang tinggi dalam mempertahankan tanah Aceh dari penjajahan.
Atas jasa dan perjuangannya, makam beliau hingga kini tetap dihormati masyarakat dan telah terdaftar sebagai Cagar Budaya, sehingga keberadaannya menjadi bagian penting dari warisan sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan.
Selain sebagai situs sejarah dan cagar budaya, makam keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng juga masih sering dikunjungi masyarakat yang datang untuk meukaoy (bernazar) serta melepas hajatan sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Oleh karena itu, kebersihan dan kenyamanan kawasan makam menjadi hal yang penting agar para peziarah dapat berkunjung dengan nyaman sekaligus tetap menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.
Melalui kegiatan pembersihan dan pengecatan makam ini, mahasiswa KKN Reguler XXIX Kelompok 38 USK Tahun 2026 bersama masyarakat berupaya menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian kawasan makam sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa Teungku Haji Panglima Nyan Doeng. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian cagar budaya dan peninggalan sejarah di Kabupaten Pidie Jaya.
Muhammad Raju Raphes Yusida berharap kegiatan ini dapat mempererat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah, serta menjadikan Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng tetap terawat sebagai salah satu cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.









