Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh mencatat realisasi penyaluran dana desa reguler di Aceh telah mencapai Rp1,458 triliun atau 81,88 persen dari total alokasi 2026 sebesar Rp1,7 triliun.
“Penyaluran dana desa tahun anggaran. 2026 di Aceh hingga 6 Agustus sudah Rp1,458 atau 81,88 persen,” kata Kepala DPMG Aceh, Iskandar, di Banda Aceh, Jumat.
Iskandar menyebutkan, penyaluran dana desa tersebut terbagi dalam dua tahapan, tahap pertama sebesar Rp753,6 miliar atau 42,31 persen kepada 6.497 desa se Aceh.
Baca juga: Pemkab Aceh Jaya bantu desa selesaikan tunggakan pajak Rp1 miliar
Kemudian, untuk tahapan kedua sebesar Rp704,8 miliar 39,57 persen dari alokasi. Pada tahapan kedua ini, dana baru tersalurkan kepada 4.458 desa atau 68,62 persen dari total 6.497 desa di Aceh.
“Untuk penyaluran tahap pertama semua desa sudah menerima (100 persen), sedangkan tahap dua baru kepada 4.458 desa,” ujarnya.
Iskandar menyampaikan, sejauh ini terdapat sembilan kabupaten/kota yang desanya telah menerima dana desa hingga 100 persen (tahap I-II), yakni Simeulue, Sabang, Aceh Barat Daya, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Jaya dan Aceh Tengah.
“Kita memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang telah mencapai 100 persen, kita berharap segera diikuti oleh daerah lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, penyaluran dana desa reguler tersebut difokuskan untuk mendanai program bantuan langsung tunai (BLT), ketahanan pangan, kesehatan, perubahan iklim, teknologi dan informasi, dukungan implementasi KDMP serta kegiatan-kegiatan prioritas lainnya di gampong.
Dalam kesempatan ini, Iskandar mengingatkan kepada aparatur gampong yang belum menerima dana desa tahap kedua agar mempercepat prosesnya pencairannya, sehingga anggaran bisa dicairkan segera dan dimanfaatkan untuk kegiatan prioritas masing-masing gampong.
“Kita harapkan, dana yang telah diterima benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan dikelola secara transparan, serta peruntukannya sesuai program yang telah ditentukan,” demikian Iskandar.










