BLANGPIDIE — Kondisi ruas jalan di Gampong Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sangat memprihatinkan.
Jalan yang dibuka sejak zaman Belanda sepanjang 800 meter itu belum pernah tersentuh aspal. Kondisi ini sering dikeluhkan oleh warga setempat.
Keluhan tersebut kini mulai berakhir, sebab Pemerintah Abdya pada tahun 2026 ini sudah mulai melakukan pekerjaan peningkatan jalan berupa aspal hotmix.
Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi, mengatakan, pembangunan ruas jalan Alue Peunawa, merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, khususnya dalam mewujudkan misi Meusyeuhu melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan penataan kawasan.
Menurut Rahwadi, pada tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta untuk pembangunan jalan tahap awal sepanjang lebih dari 400 meter.
“Pekerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah hingga seluruh ruas dapat dituntaskan. Tahun ini 400 meter. Pekerjaannya sudah dimulai beberapa hari lalu,” kata Rahwadi, Selasa (25/08/2026).
Ia menegaskan, pembangunan jalan hotmix tidak semata berorientasi pada pekerjaan konstruksi, tetapi merupakan investasi jangka panjang.
Hal ini, sebutnya, dalam rangka meningkatkan kemantapan jaringan jalan kabupaten, memperkuat konektivitas antar wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan, menekan biaya logistik, mempercepat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, sekaligus meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan yang baik akan menghadirkan efek ganda bagi pembangunan. Bukan hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing daerah, mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah,” ucap Rahwadi.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan jalan Alue Peunawa hanya menjadi harapan setelah melewati beberapa periode kepemimpinan Bupati sejak dimekarkan dari Kabupaten induk Aceh Selatan tahun 2002 lalu. Pembangunan jalan tersebut tidak pernah terealisasi.
Ruas jalan kabupaten peninggalan era kolonial Belanda tersebut, akhirnya masuk program pembangunan Pemerintah Kabupaten Abdya pada Tahun Anggaran 2026 di bawah Kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli.
Tokoh masyarakat Alue Peunawa, Fahmi Jauhari, mengatakan jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga setempat menuju jalan nasional di pusat Kecamatan Babahrot.
“Kondisinya rusak parah, berlubang, berbatu, dan dipenuhi tanah yang berubah menjadi debu tebal saat musim kemarau, serta berlumpur ketika musim hujan,” kata Fahmi, Jumat (24/7/2026) lalu.
Akibatnya, sebut Fahmi, aktivitas masyarakat terganggu setiap hari.
Saat kemarau, debu membumbung tinggi setiap kali kendaraan melintas, hingga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan.
Sementara saat hujan turun, tambahnya, jalan berubah licin dan berlumpur, sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas.
Bahkan, kecelakaan tunggal kerap terjadi akibat kondisi jalan yang memprihatinkan.
Jalan tersebut bukan hanya menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, melainkan juga menjadi jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah yang berada di luar desa.
Selain itu, kata Fahmi, akses tersebut digunakan para santri dan masyarakat menuju Pesantren Nurussalam, yang selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan keagamaan di kawasan tersebut.
Ia berharap Pemkab Abdya segera merealisasikan pembangunan jalan secara menyeluruh agar masyarakat tidak lagi hidup dalam ketidaknyamanan.
“Kami tidak meminta yang berlebihan. Jalan ini sudah dibuka sejak zaman Belanda, tetapi sampai sekarang belum juga diaspal. Padahal ini akses utama masyarakat,” ucapnya.
“Setiap hari anak sekolah, santri, petani, pedagang, dan warga melintasi jalan ini. Kami berharap Pemkab Abdya memberi perhatian serius, sehingga masyarakat bisa menikmati jalan yang layak,” tambah Fahmi.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Secara terpisah, Keuchik Alue Peunawa, Idris Adami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Abdya atas respon cepat pembangunan jalan hotmix di gampongnya.
“Alhamdulillah usulan kami sudah terealisasi dan mendapat perhatian pemerintah daerah. Kami mengucapkan terima kasih atas dibangunnya jalan ini, sehingga memudahkan warga saat melintas di jalan tersebut,” ucap Idris.







