Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Hiburan

Ella Gayo Bacakan Puisi Kritis Wiratmadinata di Halaman Jeda Batoh

Joe Samalanga by Joe Samalanga
30/08/2026
in Hiburan, Sastra
0
Ella Gayo Bacakan Puisi Kritis Wiratmadinata di Halaman Jeda Batoh

BANDA ACEH — Suasana kritik sosial mewarnai acara baca puisi “Jalan yang Lurus Din Saja” yang digelar di Taman Jeda (Ruang Bicara), kawasan Batoh, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, penyair dan pembaca puisi Ella Gayo membacakan karya Wiratmadinata berjudul “Tuan Katakan Dusta”. Puisi yang ditulis pada Desember 2025 itu menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi masyarakat Aceh di tengah bencana serta mempertanyakan cara penguasa merespons penderitaan rakyat.
Melalui larik-larik yang tajam, puisi tersebut menggambarkan kritik terhadap narasi kekuasaan yang dinilai kerap berseberangan dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

“Tak apa tuan berdusta, karena tuan adalah penguasa,” menjadi salah satu penggalan yang menegaskan nada kritik dalam karya tersebut.

Puisi itu juga mengangkat gambaran bencana banjir bandang dan kayu gelondongan, kampung yang hilang, jembatan yang rusak, terputusnya akses masyarakat, kelangkaan kebutuhan pokok, hingga penderitaan warga yang harus berjuang mendapatkan pangan.

Salah satu bagian puisi menyoroti kondisi masyarakat Bener Meriah yang disebut harus berjalan jauh untuk menjual hasil pertanian dan menukarkannya dengan beras demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi Ella Gayo, pembacaan puisi tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan sastra. Puisi menjadi medium untuk menghadirkan kembali suara masyarakat yang mengalami langsung situasi sulit ketika bencana terjadi.

Kritik dalam puisi juga diarahkan pada kecenderungan kekuasaan untuk menentukan sendiri narasi mengenai sebuah bencana. Penyair mempertanyakan ketika penderitaan yang dirasakan masyarakat justru dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau tidak perlu mendapat perhatian lebih luas.

Pada bagian akhir, Wiratmadinata menempatkan doa rakyat sebagai bentuk perlawanan terakhir terhadap ketidakberdayaan. Dusta kekuasaan, menurut pesan puisi tersebut, pada akhirnya akan tercatat dalam ingatan masyarakat dan sejarah.

Acara “Jalan yang Lurus Din Saja” di Taman Jeda menjadi ruang perjumpaan antara puisi, kegelisahan sosial, dan suara kritis masyarakat. Pembacaan karya Wiratmadinata oleh Ella Gayo memperlihatkan bagaimana sastra tetap dapat menjadi ruang untuk mempertanyakan kekuasaan dan menyuarakan pengalaman rakyat.
Melalui puisi, kritik tidak disampaikan dalam bentuk pidato politik, melainkan melalui kata-kata, metafora, dan pengalaman kemanusiaan yang mengajak pembaca untuk melihat kembali apa yang terjadi di tengah masyarakat.

Sementara kritik sosial penyair Din Saja disamoaikan melalui puisi “Makan Sate”. Din Saja tidak sendirian, kolaborasi Makan Sate dengan Lagu Rawa Tripa Rafly makin kuatkan suasana malam di ruang Acara tersebut.

Hadir juga penyair Wina SW1, Pelantun Blues Aceh Sarjev, dan Apa Kaoy. Ada Rektor UTU, Dr Fuad Rahmatilah, dan sejumlah tokoh dari berbagai profesi.[]

Previous Post

Lapas Banda Aceh Manfaatkan Lahan Tidur untuk Program Ketahanan Pangan

Next Post

KPM Mandiri 03 Universitas Sultanah Nahrasiyah Sosialisasikan Dunia Kampus di SMA Negeri 1 Jeumpa

Next Post
KPM Mandiri 03 Universitas Sultanah Nahrasiyah Sosialisasikan Dunia Kampus di SMA Negeri 1 Jeumpa

KPM Mandiri 03 Universitas Sultanah Nahrasiyah Sosialisasikan Dunia Kampus di SMA Negeri 1 Jeumpa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hendra Kandang Isi Pelatihan Jurnalistik dan Karya Tulis Populer Di SMA 1 Pasie Raja

Hendra Kandang Isi Pelatihan Jurnalistik dan Karya Tulis Populer Di SMA 1 Pasie Raja

20/10/2026
H.T Ibrahim Dorong Sosialisasi KUHAP Baru dan Pencegahan Narkoba hingga Gampong

H.T Ibrahim Dorong Sosialisasi KUHAP Baru dan Pencegahan Narkoba hingga Gampong

20/10/2026
Tampung Aspirasi, Abu Heri Sambangi Langsung Masyarakat Kluet Utara dan Kluet Timur

Tampung Aspirasi, Abu Heri Sambangi Langsung Masyarakat Kluet Utara dan Kluet Timur

20/10/2026
RSUD CND Meulaboh Catat Lonjakan Kasus ISPA di Aceh Barat

RSUD CND Meulaboh Catat Lonjakan Kasus ISPA di Aceh Barat

20/10/2026
Al-Farlaky Resmikan Musholla Bantuan Yayasan Satu Untuk Negeri tvOne

Al-Farlaky Resmikan Musholla Bantuan Yayasan Satu Untuk Negeri tvOne

20/10/2026

Terpopuler

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

18/10/2026

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Harga Gabah di Abdya Terjun Bebas di Angka Rp5.000 per Kg, Bulog Diminta Ambil Peran

IKAT Aceh Lepas 208 Mahasiswa Baru ke Al-Azhar Mesir, Harapkan Dukungan Beasiswa

Mahasiswa UTU Dilatih Pendidikan Dasar Penanggulangan Kebencanaan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com