Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal induk Amerika Serikat dan kapal perusak menggunakan rudal balistik, Minggu (6/9).
Dalam rilis resmi, IRGC menyatakan kedua kapal itu rusak dan “meninggalkan area pertempuran” di dekat Selat Hormuz, demikian dikutip Anadolu Agency.
IRGC juga mengeklaim Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengakui dua kapal perang angkatan laut menjadi sasaran. Militer Iran menggambarkan pernyataan ini sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi tersebut.
Selain itu, mereka mewanti-wanti AS bahwa aksi militer yang berkelanjutan akan memicu respons “lebih berat” dari angkatan bersenjata Iran.
Di waktu yang lain, IRGC juga menyerang kapal AS. Dalam pernyataan pada Minggu pagi dijelaskan pasukan Iran menyerang kapal militer AS yang dikendalikan dari jarak jauh dan berusaha masuk ke Selat Hormuz.
Dalam serangan tersebut, IRGC tak memberi rincian soal operasi atau dampak serangan.
Di hari sebelumnya, IRGC juga telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan tiga kapal yang terkait dengan AS di tempat lain. Respons ini merupakan balasan usai Washington menyerang kapal-kapal tanker Teheran.
AS dan Iran saling tempur sejak akhir Februari. Kedua negara sebetulnya sempat gencatan senjata dan sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.
Namun, AS dituduh melanggar kesepakatan dengan terus menyerang Iran. Teheran tak tinggal diam, perang pun terus bergejolak hingga sekarang.









