Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Bai’at 23 Kader Mujahid, PMII Banda Aceh Dorong Kader Hadirkan Perubahan Nyata

redaksi by redaksi
07/09/2026
in Lintas Timur
0
Bai’at 23 Kader Mujahid, PMII Banda Aceh Dorong Kader Hadirkan Perubahan Nyata

BANDA ACEH — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda Aceh sukses melaksanakan bai’at terhadap 23 kader Mujahid dalam rangkaian Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Sekolah Islam Gender (SIG) 2026. Prosesi bai’at berlangsung pada malam Senin, 6 September 2026, setelah seluruh rangkaian kaderisasi yang dilaksanakan selama tiga hari tiga malam resmi dituntaskan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Banda Aceh. Pelaksanaan PKD dan SIG menjadi bagian dari ikhtiar PC PMII Kota Banda Aceh dalam memperkuat kualitas kader, baik dari aspek keorganisasian, kepemimpinan, intelektualitas, keislaman, maupun perspektif gender.

Rangkaian kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Aceh, Teuku Raysoel Akram. Pembukaan turut dihadiri Ketua KNPI Kota Banda Aceh dan Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Kota Banda Aceh.

Dalam prosesi bai’at, Ketua PC PMII Kota Banda Aceh, Muhammad Idris, menegaskan bahwa kaderisasi tidak boleh dipahami sekadar sebagai tahapan formal untuk memperoleh kenaikan jenjang pengkaderan.

“PKD dan SIG bukan hanya kegiatan formalitas untuk kenaikan jenjang pengkaderan di PMII. Ini adalah ruang belajar untuk memahami PMII secara lebih mendalam dan utuh. Ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh dari para pemateri harus menjadi bekal bagi kader untuk menjalankan peran dan tanggung jawabnya setelah kembali ke komisariat dan kampus masing-masing,” ujar Muhammad Idris.

Ia juga mendorong 23 kader yang telah dibai’at untuk tidak berhenti pada jenjang PKD dan SIG. Menurutnya, proses kaderisasi harus dipandang sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.

“Jangan berhenti sampai di PKD dan SIG. Kader harus memiliki komitmen untuk melanjutkan proses kaderisasi ke jenjang berikutnya, mulai dari PKL, PKN, SKK hingga SKKN. Karena semakin jauh seseorang menempuh proses kaderisasi, semakin besar pula ruang untuk memahami mengapa kita harus ber-PMII dan apa yang dapat kita kontribusikan bagi organisasi, kampus, masyarakat, dan bangsa,” katanya.

Muhammad Idris berharap para kader Mujahid yang telah menyelesaikan proses kaderisasi mampu menerjemahkan pengetahuan dan nilai yang diperoleh selama kegiatan ke dalam tindakan nyata. Kader, kata dia, tidak cukup hanya memiliki identitas sebagai anggota PMII, tetapi harus mampu menunjukkan kebermanfaatan melalui gagasan, kerja organisasi, prestasi akademik, pengabdian, serta kontribusi positif di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris IKA PMII Kota Banda Aceh yang juga Sekretaris KNPI Kota Banda Aceh, Akmaluddin, dalam kesempatan tersebut mengingatkan para kader agar menjadikan proses kaderisasi sebagai titik awal untuk menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Ia berharap 23 kader Mujahid yang telah dibai’at dapat kembali ke komisariat dan kampus dengan membawa semangat baru serta mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi lingkungan akademik maupun masyarakat.

“Setelah kembali ke komisariat dan kampus masing-masing, kader harus mampu memberikan warna yang positif. Jadilah kader yang menghadirkan gagasan, membangun kolaborasi, menjaga tradisi intelektual, dan memberikan kontribusi nyata. Keberadaan kader PMII harus dapat dirasakan manfaatnya, bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi kampus dan masyarakat,” pesan Akmaluddin.

Menurutnya, kaderisasi yang baik harus melahirkan kader yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan pijakan nilai. Karena itu, kader PMII dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas diri, membangun jejaring, serta mengambil peran strategis dalam berbagai ruang kehidupan.

Ketua PKC PMII Aceh, Teuku Raysoel Akram, juga memberikan penekanan mengenai pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi perkembangan zaman. Ia mendorong kader PMII Kota Banda Aceh agar tetap memiliki kemampuan membaca perubahan dan merespons tantangan era digital serta globalisasi secara kritis dan konstruktif.

Menurut Teuku Raysoel, perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat menuntut kader PMII untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai instrumen untuk mengembangkan gagasan, memperluas gerakan, membangun jejaring, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Kader PMII hari ini harus melek terhadap perkembangan zaman. Tantangan era digital dan global tidak boleh dihadapi dengan sikap pasif. Kader harus memiliki kapasitas intelektual, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk mengambil peran. Teknologi harus menjadi instrumen perjuangan untuk memperluas manfaat dan gerakan,” tegas Teuku Raysoel.

Ia juga menekankan agar kader PMII mampu menjaga keseimbangan antara kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan konsistensi terhadap nilai-nilai dasar perjuangan PMII.

“Kader harus mampu menyeimbangkan antara kemajuan zaman dan nilai-nilai yang menjadi pijakan perjuangan. Jangan sampai perkembangan teknologi membuat kita kehilangan arah. Justru dengan kapasitas keilmuan dan nilai yang kuat, kader harus mampu membawa perubahan dan manfaat yang nyata di kepengurusan, komisariat, kampus, maupun di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Pelaksanaan PKD dan SIG 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi PC PMII Kota Banda Aceh untuk terus memperkuat tradisi kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan organisasi. Proses tersebut diharapkan tidak berhenti pada prosesi bai’at, tetapi berlanjut dalam bentuk pengabdian, pengembangan kapasitas, penguatan intelektualitas, dan keterlibatan aktif kader dalam menjawab berbagai persoalan sosial.

Dengan dibai’atnya 23 kader Mujahid, PC PMII Kota Banda Aceh berharap lahir kader-kader yang memiliki integritas, wawasan keislaman dan kebangsaan, kemampuan kepemimpinan, sensitivitas terhadap persoalan sosial, serta keberanian mengambil peran strategis dalam menghadapi tantangan masa depan.

Bai’at tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi para kader untuk mengimplementasikan nilai-nilai kaderisasi dalam kehidupan organisasi, akademik, sosial, dan kemasyarakatan.

Previous Post

Pesawat Kargo Tergelincir saat Mendarat di Miami AS, 5 Tewas

Next Post

MIN 14 Tapaktuan Terima Piala Juara Umum ITQANS II MUQ Aceh Selatan

Next Post
MIN 14 Tapaktuan Terima Piala Juara Umum ITQANS II MUQ Aceh Selatan

MIN 14 Tapaktuan Terima Piala Juara Umum ITQANS II MUQ Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kakanwil Kemenag Aceh: Cermin tak Mengubah tapi Memberitahu

Kakanwil Kemenag Aceh: Cermin tak Mengubah tapi Memberitahu

07/09/2026
Illiza Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Lueng Bata

Illiza Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Lueng Bata

07/09/2026
MIN 14 Tapaktuan Terima Piala Juara Umum ITQANS II MUQ Aceh Selatan

MIN 14 Tapaktuan Terima Piala Juara Umum ITQANS II MUQ Aceh Selatan

07/09/2026
Bai’at 23 Kader Mujahid, PMII Banda Aceh Dorong Kader Hadirkan Perubahan Nyata

Bai’at 23 Kader Mujahid, PMII Banda Aceh Dorong Kader Hadirkan Perubahan Nyata

07/09/2026
Pesawat Kargo Tergelincir saat Mendarat di Miami AS, 5 Tewas

Pesawat Kargo Tergelincir saat Mendarat di Miami AS, 5 Tewas

07/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Bai’at 23 Kader Mujahid, PMII Banda Aceh Dorong Kader Hadirkan Perubahan Nyata

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com