Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah menyatakan badan jalan yang sempat tertimbun material longsor di wilayah tersebut sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan.
“Saat ini, badan jalan yg tertimbun longsor telah dibersihkan seluruhnya, termasuk sore tadi, sempat terjadi longsor susulan di lokasi yang berbeda yakni di Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara,” kata Kabid Darlog, Damkar dan Penyelamatan BPBD Aceh Tengah, Iwan Ilham Abadi saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan Tembok Penahan Tanah (TPT) di pinggir jalan nasional tersebut rubuh, dan dikhawatirkan bisa membahayakan pengguna jalan.
Menurut dia, penanganan pembersihan material longsor baru selesai dikerjakan sekitar pukul 20.40 WIB oleh BPBD Kabupaten Aceh Tengah dengan mengerahkan dua unit alat berat.
Ia mengatakan, untuk rumah yang rusak akibat tanah longsor, saat ini belum seluruhnya dapat dibersihkan, karena banyaknya perabotan yang harus diselamatkan oleh pemiliknya.
Kemudian, untuk bantuan masa panik bagi korban yang rumahnya terkena longsoran dari BPBD, Dinas Sosial dan Baitul Mal setempat telah diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah.
Adapun bantuan yang disalurkan yakni uang masa panik, sembako, tenda keluarga, peralatan masak dan bahan bangunan.
Ia menambahkan, untuk korban meninggal dunia telah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga turut hadir dan menshalatkan jenazah di Desa Tami Delem.
Sebelumnya, Nazila bocah sembilan tahun meninggal dunia dan 13 warga lainnya luka-luka akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9).









