MEUREUDU – Kaderisasi generasi muda kembali menjadi perhatian di Pidie Jaya. Sebanyak 53 pemuda dari seluruh kecamatan di daerah itu mengikuti Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh yang digelar di Aula Kantor Partai Aceh Pidie Jaya, 15–16 September 2026.
Pelatihan mengusung tema “Membangun Kader Penggerak yang Literat, Berkarakter, Berwawasan Ke-Acehan, dan Memahami Demokrasi.”
Ketua Panitia, Fachrul Razi, mengatakan pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pembekalan, tetapi diarahkan untuk membentuk kader muda yang memiliki kapasitas, karakter dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peserta, baik dari sisi wawasan, karakter maupun pemahaman terhadap nilai-nilai ke-Acehan dan demokrasi,” ujar Fachrul Razi.
Menurutnya, 47 peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan, literasi, wawasan ke-Acehan dan demokrasi. Sejumlah pemateri dari Pidie Jaya dan Banda Aceh dihadirkan untuk memberikan pembekalan selama kegiatan berlangsung.
Fachrul menegaskan, ukuran keberhasilan pelatihan bukan hanya terletak pada pemahaman peserta selama berada di ruang pelatihan. Lebih jauh, para kader diharapkan mampu membawa pengetahuan tersebut ke tengah masyarakat.
“Kader tidak cukup hanya memahami teori. Pengetahuan yang diperoleh harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Partai Aceh Pidie Jaya, Abubakar Muhammad atau Baka Rayok, menilai penguatan kapasitas generasi muda merupakan bagian penting dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan.
Menurutnya, daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keberanian untuk tampil, tetapi juga mempunyai wawasan, karakter, integritas serta kemampuan membaca persoalan masyarakat.
“Semoga dari kegiatan ini lahir kader-kader muda, calon pemimpin Pidie Jaya dan Aceh ke depan, yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” kata Baka Rayok.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Para kader yang telah mendapatkan pembekalan diminta mampu menunjukkan peran nyata di lingkungan masing-masing.
Kader Penggerak Nanggroe Japakeh juga diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi muda yang aktif membaca dinamika sosial, memahami nilai-nilai ke-Acehan dan demokrasi, sekaligus ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dengan melibatkan 47 pemuda dari seluruh kecamatan, pelatihan selama dua hari itu menjadi bagian dari upaya membangun basis kader muda yang memiliki kapasitas dan kesiapan mengambil peran lebih besar di masa mendatang.
Sebab, regenerasi kepemimpinan tidak lahir secara instan. Ia membutuhkan proses, pembekalan dan ruang bagi generasi muda untuk belajar sekaligus menguji kemampuan mereka di tengah masyarakat.[Mul]










