Langkawi— PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) kembali memperkuat langkah strategis dalam membangun kemitraan investasi internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama 16 Chief Executive Officer (CEO) yang mewakili perusahaan dari China, Thailand, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung dalam rangkaian Langkawi International Agriculture & Aquaculture Conference (LIAA) 2026, sebuah forum yang mempertemukan para pemimpin perusahaan, investor, serta pemangku kepentingan di sektor pertanian dan akuakultur untuk membahas peluang kerja sama, inovasi, pembiayaan, dan pengembangan bisnis berkelanjutan.
MoU ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT PEMA, Faisal Ilyas, serta disaksikan oleh Direktur Bisnis PT PEMA, Naufal, dan Direktur Umum dan Keuangan PT PEMA, Tgk. Muhammad Nur.
Kehadiran jajaran direksi PT PEMA dalam agenda internasional ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jejaring bisnis, membangun kemitraan strategis, dan mengidentifikasi peluang investasi yang dapat dikembangkan secara konkret, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan akuakultur.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan penting, di antaranya:
Datok Sri Ooi Boon Seang, CEO Officer of Ausin Group.
Han Bigchen, CEO Fujian Azure Ocean Group Co. Ltd sekaligus perwakilan China.
Datuk Dr. Haji Abdul Salim, Direktur General dan Ketua Pengarah LKIM (Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia).
Ahmad Faisal, Head of Marine Aquaculture Section, Aquaculture Division, Department of Fisheries Malaysia.
Kehadiran para pemimpin industri dan pejabat terkait memperkuat dimensi strategis konferensi sebagai wadah pertukaran gagasan, penjajakan kemitraan, serta pembahasan potensi pengembangan industri pertanian dan akuakultur di tingkat regional dan internasional.
PEMA Dorong Investasi Produktif dan Berkelanjutan
Melalui penandatanganan MoU bersama 16 CEO, PT PEMA membuka ruang untuk membangun kolaborasi dengan mitra internasional dalam pengembangan proyek, teknologi, akses pasar, dan peluang investasi yang memiliki nilai tambah.
Bagi PT PEMA, kerja sama internasional merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing perusahaan, memperluas jaringan bisnis, serta mendukung pengembangan potensi ekonomi Aceh melalui investasi yang terukur dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tindak lanjut kerja sama yang lebih konkret, dengan tetap memperhatikan kelayakan bisnis, tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, dan manfaat ekonomi bagi para pihak.
PT PEMA berkomitmen untuk terus membangun sinergi global, memperkuat kemitraan strategis, dan menghadirkan peluang investasi produktif demi mendukung kemajuan ekonomi Aceh.
PT PEMA — Bersinergi, Berinvestasi, dan Membangun Aceh yang Berdaya Saing.









