Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Dayah

Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

redaksi by redaksi
19/09/2026
in Dayah
0
Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

Tiga santri Dayah Quran Insani berhasil menjuarai Fahmil Quran pada MTQ Nasional 2026

BANDA ACEH- Di sebuah sudut Aceh Besar, Jumat (18/9/2026), sekelompok santri duduk rapat menghadap layar tancap. Pandangan mereka tak banyak beranjak. Sesekali terdengar suara riuh. Selebihnya, mereka ikut menahan tegang.

Di layar itu, ada tiga wajah yang sangat mereka kenal. Izza Mushviya, Azka Dara Maulidya, dan Kayyisa Farras.

Bukan orang asing. Bukan pula nama-nama yang hanya mereka kenal dari panggung MTQ. Ketiganya adalah kakak-kakak mereka di Dayah Insan Qurani, Aceh Besar. Pernah berjalan di lorong yang sama, belajar di ruang yang sama, dan menjalani hari-hari sebagai santri seperti mereka.

Hanya saja, siang itu Izza, Azka, dan Kayyisa berada ratusan kilometer dari rumah.

Di Semarang, Jawa Tengah, tiga dara Aceh itu sedang duduk di panggung final Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional XXXI 2026.

Mereka membawa nama Aceh. Pertanyaan datang satu demi satu. Jawaban diberikan. Angka di papan nilai bergerak.

Sampai akhirnya pertandingan selesai. Aceh peroleh nilai 1.505.

Kalimantan Timur mengumpulkan 1.290, Jawa Tengah 1.170, dan Jawa Timur 835.

Tiga dara itu juara Indonesia.

Di Aceh Besar, layar tancap yang sejak tadi menjadi pusat perhatian mendadak menjadi saksi kegembiraan. Tepuk tangan dan sorak para santri pecah untuk tiga kakak mereka.

Sementara di Semarang, Azka seperti masih membutuhkan waktu untuk percaya bahwa perjalanan mereka benar-benar sampai sejauh ini.

“Alhamdulillah, rasanya masih nggak nyangka. Allah Maha Baik, membantu kami sejauh ini,” katanya.

Kalimat berikutnya bukan tentang piala.

Azka mengingat orang tua. Guru-guru. Orang-orang Aceh yang mendoakan mereka. Dan tentu saja, tempat yang mempertemukan tiga anak itu bertahun-tahun lalu.

“Terima kasih banyak untuk orang tua dan guru-guru kami yang tidak pernah berhenti membimbing dan mendoakan, juga untuk seluruh rakyat Aceh. Teristimewa, terima kasih banyak Insan Qurani sudah menjadi sekolah terbaik untuk kami.”

Tiga Serangkai, Satu Meja

Jauh sebelum duduk berdampingan di meja Fahmil Qur’an tingkat nasional, Izza, Azka, dan Kayyisa hanyalah tiga anak yang datang ke Dayah Insan Qurani dengan cerita masing-masing.

Azka dan Kayyisa sama-sama lahir di Aceh Besar pada 2008. Izza setahun lebih muda, lahir di Banda Aceh pada 2009.

Sekolah dasar mereka berbeda.

Azka datang dari SD Islam Al-Azhar Cairo Banda Aceh. Kayyisa dari SDIK Nurul Quran. Izza dari MIN 20 Aceh Besar.

Dayah Insan Qurani kemudian mempertemukan mereka.

Mereka tumbuh bersama sejak MTs hingga MA. Dari anak-anak yang datang dengan latar berbeda, mereka menjadi teman belajar. Lalu menjadi satu tim.

Fahmil Qur’an membuat kebersamaan itu diuji dengan cara yang berbeda.

Dalam cabang ini, pengetahuan saja tidak cukup. Mereka harus saling percaya. Ada saat seseorang harus menjawab, ada saat yang lain melengkapi. Ada detik-detik ketika mereka harus mengambil keputusan bersama, sementara waktu terus berjalan.

Kekompakan seperti itu tidak lahir beberapa hari menjelang perlombaan.

Ia tumbuh dari perjumpaan yang panjang.

Dari hari-hari belajar bersama. Dari latihan yang berulang. Dari materi yang harus dibaca lagi ketika belum dikuasai. Dari salah menjawab, memperbaiki, lalu mencoba lagi.

Sampai suatu hari, tiga anak yang bertemu di sebuah dayah di Aceh Besar itu duduk bersama membawa nama provinsinya di panggung nasional.

Ada yang Menunggu di Rumah

Perjalanan mereka ke Semarang rupanya tidak membuat perjuangan itu terasa jauh dari rumah.

Ketika Izza, Azka, dan Kayyisa lolos ke semifinal, para santri Dayah Insan Qurani punya keinginan sederhana: mereka ingin menonton kakak-kakaknya bertanding.

Muncullah ide nonton bareng.

Pengasuh dayah menyambutnya. Layar dipasang. Para santri berkumpul.

Semifinal mereka tonton bersama. Ketika tiga senior mereka melaju ke final, mereka kembali berkumpul.

Sekretaris Dayah Insan Qurani, Alfirdaus Putra, mengatakan gagasan nobar itu justru datang dari para santri.

“Kita sangat mendukung dan memfasilitasi santri untuk nobar senior mereka yang sedang berjuang di tingkat nasional, baik saat semifinal maupun final, sekaligus bentuk dukungan dan doa untuk kafilah Aceh,” tuturnya.

Barangkali itulah salah satu wajah paling sederhana dari sebuah dukungan.

Yang bertanding hanya tiga orang.

Tetapi yang ikut berharap jauh lebih banyak.

Ada keluarga yang menunggu kabar. Guru-guru yang pernah menemani mereka belajar. Pembina yang mengetahui berapa panjang latihan yang telah dijalani. Dan adik-adik kelas yang mengikuti setiap jawaban mereka dari layar.

Menuntaskan Penantian Panjang Aceh

Kemenangan itu kemudian menjadi lebih besar daripada cerita tiga sahabat.

Fahmil Qur’an telah menjadi bagian dari MTQ Nasional sejak 1981. Sejak saat itu pula Aceh menunggu gelar juara pertama untuk tim Fahmil Qur’an Putri.

Tahun demi tahun berlalu.

Penantian panjang itu akhirnya berhenti di Semarang.

Pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, nama Izza Mushviya, Azka Dara Maulidya, dan Kayyisa Farras tercatat sebagai tiga dara yang membawa Aceh meraih Juara I Fahmil Qur’an Putri.

Bagi Dayah Insan Qurani, kemenangan itu juga merupakan buah dari perjalanan panjang pembinaan. Sejak 2016, dayah tersebut rutin mengirimkan santri dan alumninya ke MTQ Nasional.

Tahun ini, delapan santri dan alumni Dayah Insan Qurani menjadi bagian dari kafilah Aceh. Seorang alumni lainnya tampil membawa nama DKI Jakarta.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten di Dayah Insan Qurani mampu melahirkan santri yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Alfirdaus.

Ia berharap kemenangan Izza, Azka, dan Kayyisa tidak berhenti menjadi cerita tentang tiga orang.

“Mudah-mudahan prestasi ini menjadi motivasi agar ke depan mereka semakin semangat. Semoga juga menjadi inspirasi dan penyemangat bagi adik-adik kelas mereka yang sedang menuntut ilmu di Dayah Insan Qurani.”

Dan mungkin, inspirasi itu sudah mulai bekerja bahkan sebelum mereka pulang ke Aceh.

Jumat itu, di depan sebuah layar tancap di Dayah Insan Qurani, ada anak-anak yang bersorak melihat tiga kakaknya menjadi juara nasional.

Mungkin di antara mereka ada yang diam-diam mulai membayangkan dirinya sendiri.

Suatu hari nanti, duduk di meja yang sama.

Menunggu pertanyaan dibacakan.

Mengumpulkan keberanian.

Lalu membawa pulang cerita baru untuk Aceh.

–

Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan
.
Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S

Previous Post

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

Next Post

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Next Post
Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

RKI Kuta Alam Launching Sekolah Keluarga, Ibu‑ibu Muda Sambut Antusias

RKI Kuta Alam Launching Sekolah Keluarga, Ibu‑ibu Muda Sambut Antusias

20/09/2026
Pidato Perdana Sayuti, Bongkar Empat PR Besar Demokrat Aceh

Pidato Perdana Sayuti, Bongkar Empat PR Besar Demokrat Aceh

20/09/2026
Kembangkan Kepariwisataan, Pemko Banda Aceh Ikut Rapat dengan Tim Kemenpar RI

Kembangkan Kepariwisataan, Pemko Banda Aceh Ikut Rapat dengan Tim Kemenpar RI

20/09/2026
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0110/Abdya Layani Pengobatan Gratis Hingga Sosialisasi KTP Elektronik 

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0110/Abdya Layani Pengobatan Gratis Hingga Sosialisasi KTP Elektronik 

20/09/2026
Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com