Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

Joe Samalanga by Joe Samalanga
22/09/2026
in Nanggroe
0
Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Dr Nasrul Zaman

BANDA ACEH – Membengkaknya utang belanja Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) hingga Rp416,97 miliar pada akhir 2025 perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum. Persoalan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan menunjukkan tren peningkatan selama beberapa tahun.

Berdasarkan data LHP BPK yang ditelusuri, utang belanja RSUDZA tercatat sekitar Rp123,71 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp241,67 miliar pada 2024, dan melonjak menjadi Rp416,97 miliar pada akhir 2025. Pada saat yang sama, saldo kas dilaporkan turun dari sekitar Rp57,85 miliar pada 2023 menjadi Rp30,28 miliar pada 2024 dan hanya sekitar Rp553,66 juta pada akhir 2025.

Analis Kebijakan Publik dan akademisi USK, Nasrul Zaman, mengatakan pola tersebut menunjukkan adanya persoalan tata kelola keuangan yang perlu ditelusuri secara menyeluruh.

“Utang sebesar itu tidak mungkin muncul dalam satu malam. Karena itu, harus ditelusuri sejak kapan kewajiban mulai menumpuk, bagaimana keputusan keuangan dibuat, siapa yang bertanggung jawab, serta mengapa kewajiban kepada rekanan terus meningkat,” kata Nasrul.

Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat kondisi keuangan RSUDZA saat ini. Aparat perlu memeriksa pengelolaan manajemen sebelumnya, termasuk proses pengadaan, pembayaran kepada rekanan, penggunaan anggaran, pengelolaan kas, serta keputusan yang menyebabkan kewajiban terus membesar.

Nasrul juga meminta aparat penegak hukum tidak mengabaikan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan kewajiban tersebut. Dugaan bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan rekanan justru dialihkan untuk membiayai kegiatan atau proyek lain perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen, transaksi, kontrak, dan aliran dana.

“Jangan langsung menyimpulkan telah terjadi korupsi. Tetapi kalau ditemukan bukti bahwa kewajiban sengaja tidak dibayar sementara dana dialihkan untuk kepentingan lain yang tidak sesuai aturan, tentu harus diproses secara hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi rumah sakit. RSUDZA merupakan rumah sakit rujukan utama Aceh sehingga masalah keuangan berpotensi berdampak terhadap ketersediaan obat, alat kesehatan, pembayaran kepada rekanan, serta kesinambungan pelayanan pasien.

Karena itu, Nasrul meminta Pemerintah Aceh membuka informasi mengenai struktur dan penyebab utang secara transparan sekaligus melakukan pembenahan tata kelola keuangan.

“Publik membutuhkan kepastian bahwa setiap rupiah anggaran RSUDZA digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan. Utang harus ditelusuri sampai ke sumber masalahnya dan setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkannya sesuai hukum,” tutupnya.[]

Previous Post

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026
Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

22/09/2026
Dugaan Kebocoran Data Pribadi Nasabah, Bank Aceh Syariah Dilaporkan ke OJK dan BI

Dugaan Kebocoran Data Pribadi Nasabah, Bank Aceh Syariah Dilaporkan ke OJK dan BI

22/09/2026
PPP Pidie Jaya di Bawah Munawar: Konsolidasi, Kaderisasi, dan Gerakan Advokasi Rakyat

PPP Pidie Jaya di Bawah Munawar: Konsolidasi, Kaderisasi, dan Gerakan Advokasi Rakyat

22/09/2026
Afwan Resmi Nahkodai PP-HIMAB 2026-2028

Afwan Resmi Nahkodai PP-HIMAB 2026-2028

21/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

Politik Gagasan dan Inspirasi Kepemimpinan: Belajar dari Tapak Tilas Dr. Safaruddin dan Pohon Harapan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com