JAKARTA – Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP MAP, mengecam Tindakan oknum aparat TNI yang memukul dan menembaki warga Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Tindakan para oknum menyebabkan korban dari masyarakat. Bahkan ada yang meninggal.
“Saya dengan tegas meminta Pangdam Iskandar Muda dan Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI yang terlibat dalam pemukulan dan penembakan warga tersebut,” ujar Azhari Cage, Rabu malam 4 November 2026.
“Kita jangan terus-terus bicara damai. Buat apa damai terus didengungkan bila masyarakat Aceh terus dipukuli dan ditembaki sehingga darah masyarakat Aceh kembali tumpah.”
“Persoalan warga mengibarkan bendera di Acara maulid tersebut harus bisa dipahami mungkin kesal masak persoalan bendera sudah 20 tahun tidak tuntas-tuntas? Lagi pula persoalan bendera ini kan persoalan politik yang belum tuntas bukan persoalan hukum, karena bendera ini ada qanun-nya dan ada undang-undangnya,”kata Azhari Cage lagi.
Menurut Azhari Cage, persoalan hukum harusnya merupakan ranah nya polisi serta bukan TNI.
“Saya sebagai senator Aceh sedih, sudah 20 tahun damai Aceh masih ada darah rakyat Aceh yang tumpah di tangan aparat,” ujarnya.
“Kita sangat sedih dan menyayangkan hal ini terjadi apalagi di perayaan maulid nabi. Sungguh ini sangat melukai hati masyarakat Aceh dan mencederai perdamaian yang terjadi di Aceh.”
“Saya sangat mengharapkan persoalan bendera Aceh ini benar-benar dituntaskan agar hal seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Persoalan bangsa ini sudah banyak. Persoalan Papua aja belum selesai. Jangan sampai Aceh juga kembali diseret ke pusaran konflik gara-gara persoalan yang sudah ada dalam undang-undang dan qanun tidak dituntaskan,” ujarnya lagi.








