TAKENGON – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon menggelar kegiatan Coffee Morning with LPPM IAIN Takengon, Selasa (23/9/2026), sebagai ruang dialog dan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, serta lembaga pemerintah.
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room LPPM IAIN Takengon tersebut mengusung tema “Strengthening a Data-Driven Research and Community Engagement Ecosystem: Synergy between LPPM IAIN Takengon and Statistics Indonesia (BPS) for the Sustainable Development of the Gayo Community.”
Kegiatan menghadirkan Alif Muhammad Arrasyid, S.Tr.Stat., Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Aceh Tengah, sebagai pembicara. Sementara kegiatan dimoderatori oleh Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA.
Coffee Morning tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya pemanfaatan data dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan riset yang berbasis data dan memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan ekosistem penelitian yang tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat Gayo.
Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA., dalam kapasitasnya sebagai moderator, memandu jalannya diskusi agar berkembang menjadi ruang dialog yang terbuka antara akademisi, peneliti, dan pihak yang memiliki kepentingan terhadap pemanfaatan data.
Menurutnya, penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan BPS penting dalam membangun budaya penelitian yang lebih kuat, terutama dalam menghasilkan kajian yang didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, LPPM IAIN Takengon juga mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Alif Muhammad Arrasyid memaparkan pentingnya data sebagai salah satu fondasi dalam menghasilkan penelitian yang relevan. Ketersediaan data yang baik dapat membantu peneliti memahami kondisi masyarakat secara lebih objektif sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan berbagai rekomendasi pembangunan.
Diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan BPS dalam mendukung penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan kajian yang lebih kontekstual dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Gayo.
Kegiatan Coffee Morning diikuti oleh unsur LPPM, dosen, peneliti, dan sivitas akademika IAIN Takengon. Suasana diskusi berlangsung dalam nuansa informal namun tetap akademis, sehingga peserta memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan membangun jejaring kolaborasi.
LPPM IAIN Takengon berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan data dan pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Mengusung caption “From Conversation to Collaboration”, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada percakapan dan pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi nyata yang dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan masyarakat Gayo.








