MEUREUDU — Banjir hidrometeorologi meninggalkan pekerjaan besar bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Sebanyak 20.293 unit rumah terdampak, sementara pemerintah masih harus memastikan pemulihan warga berjalan hingga tahap pembangunan hunian permanen.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi, termasuk Dinas Pertanian dan BPBD Pidie Jaya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya Okta Handipa mengatakan data rumah terdampak menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun dan mengawal penanganan pascabencana, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Di sektor perumahan, pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan kepada 282 kepala keluarga dengan total anggaran Rp8,46 miliar.
Pemkab Pidie Jaya juga telah membangun 1.342 unit Huntara. Sebanyak 1.280 unit di antaranya telah ditempati warga terdampak.
Namun, pemulihan belum berhenti di Huntara. Pemerintah telah mengusulkan pembangunan 3.056 unit Huntap bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana.
Di sisi lain, sektor pertanian juga menjadi perhatian. Plt Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya Muhammad Nur mengatakan pemulihan lahan dan sarana produksi diperlukan agar petani dapat kembali bekerja dan menggerakkan ekonomi keluarga.
Dengan skala dampak yang mencapai puluhan ribu rumah, rehab rekon kini menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dikawal pemerintah hingga seluruh kebutuhan masyarakat terdampak tertangani.[Mul]









