Banda Aceh – Polda Aceh mengerahkan sebanyak 1.820 personel gabungan TNI dan Polri serta unsur pemerintah daerah untuk pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi di Kota Banda Aceh, pada 9 hingga 11 Oktober 2026.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Jumat, mengatakan keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan jumlah personel yang dikerahkan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan petugas di lapangan.
“Polda Aceh mengerahkan sebanyak 1.820 personel gabung, baik dari Polri maupun TNI serta unsur pemerintah daerah untuk pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi,” katanya.
Sebelumnya, Polda Aceh menggelar apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi. Apel dipusatkan di Aula Meuligoe Polda Aceh.
Apel dipimpin Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho dan diikuti personel dari berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan.
“Apel gelar pasukan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian agenda internasional tersebut berlangsung aman, tertib, dan khidmat,” katanya.
Menurut perwira menengah Polda Aceh itu, kesiapan menjadi momentum untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan kegiatan berskala internasional, kata dia, membutuhkan kesiapan, kedisiplinan, dan sinergi seluruh personel. Kepolisian ingin memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, sehingga peserta dari berbagai daerah dan negara mengikuti dengan nyaman.
Oleh karena itu, Joko Krisdiyanto mengingatkan seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan responsif, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.
“Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing, mengedepankan pendekatan humanis, serta tetap waspada dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan,” katanya.
Ia mengarahkan koordinasi lintas instansi juga menjadi perhatian, terutama dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan, mengatur kelancaran arus lalu lintas, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi tetap kondusif.
Polda Aceh bersama TNI dan unsur pemerintah daerah berkomitmen melaksanakan pengamanan terpadu selama Mudzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II Tahun 2026 berlangsung.
“Dengan kesiapan dan kerja sama seluruh unsur, kami berharap agenda internasional ini dapat berlangsung dengan baik serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Joko Krisdiyanto.










