BANDA ACEH — Panggung Didong Jalu Semalam Suntuk di Banda Aceh, Sabtu malam Minggu (10/10/2026), bakal menghadirkan pertemuan para ceh senior dari dua kelompok Didong Gayo. Ceh Win Kul dari Klop Kebinet, Aceh Tengah, akan kembali tampil, sementara Ceh Ali Amran bersama Nawi Alhas dan Zamharira memperkuat Klop Didong Sriwijaya dari Bener Meriah.
Kehadiran Win Kul menjadi salah satu perhatian dalam pergelaran tersebut. Ceh senior dari Kebinet itu dijadwalkan kembali meramaikan Didong Jalu setelah cukup lama tidak tampil dalam tradisi adu syair khas masyarakat Gayo tersebut.
Ketua Panitia, Mahlizar Sabdi, mengatakan kembalinya Win Kul menjadi bagian yang menarik dari pertemuan dua klop Didong yang akan menyuguhkan kekuatan syair, kreativitas, serta pesan budaya kepada masyarakat.
“Didong Jalu kali ini akan makin menarik lantaran ceh senior akan tampil, yakni Win Kul dari Kebinet dan Ali Amran dari Sriwijaya. Mereka akan menunjukkan kekuatan syair pada malam Minggu ini,” ujar Mahlizar.
Dalam penampilan tersebut, Win Kul dari Kebinet akan didampingi Hendra, yang dikenal sebagai idola kalangan muda. Sementara itu, Ali Amran dari Sriwijaya akan tampil bersama Ceh Zamharira.
Pertemuan dua kelompok Didong ini tidak sekadar menjadi ajang adu kepiawaian merangkai syair dan memainkan ritme, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dalam menjaga tradisi seni Gayo.
Mahlizar berharap, kehadiran para ceh senior dapat memperkaya pesan yang disampaikan melalui syair Didong, sekaligus menjadikan seni tradisional sebagai media komunikasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kita berharap pertemuan ceh senior ini dapat mewarnai penyampaian informasi kepada masyarakat yang dikemas melalui budaya,” katanya.
Didong Jalu Semalam Suntuk tersebut digelar oleh paguyuban masyarakat Gayo di Banda Aceh dan Aceh Besar bersama organisasi mahasiswa Gayo. Pertunjukan ini mempertemukan Klop Didong Kebinet dari Aceh Tengah dan Klop Didong Sriwijaya dari Bener Meriah dalam satu panggung budaya.
Selain menjadi hiburan, adu syair ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas Gayo dan merawat tradisi Didong agar tetap hidup di tengah generasi muda.[]







![Sang Kombatan [Jilid 2]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-09-30-at-08.59.08-1-120x86.jpeg)


