Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Aceh Timur Bangun Rumah Garam Pulihkan Usaha Masyarakat Pascabencana

redaksi by redaksi
15/10/2026
in Lintas Timur
0
Aceh Timur Bangun Rumah Garam Pulihkan Usaha Masyarakat Pascabencana

Petani garam mengaduk kristal garam di dalam rumah garam di Aceh Timur, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Hayaturrahmah

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Perikanan membangun rumah perebusan garam guna memulihkan usaha masyarakat pascabencana hidrometeorologi di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Syarifuddin di Aceh Timur, Rabu, mengatakan rumah perebusan garam tersebut dibangun Gampong Kuala Idi Cut, Kecamatan Darul Aman.

“Pembangunan rumah perebusan garam tersebut merupakan upaya pemulihan usaha masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur,” katanya.

Syarifuddin mengatakan pembangunan rumah perebusan garam tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dan pemerintah provinsi.

“Selain di Gampong Kuala Idi Cut, pembangunan tunnel atau rumah garam juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya, termasuk Kecamatan Peureulak. Pembangunan rumah garam tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan usaha garam masyarakat,” katanya.

Syarifuddin mengatakan pihaknya terus mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan pascabanjir guna memulihkan sektor kelautan dan perikanan.

“Proses pemulihan sektor kelautan dan perikanan dilakukan bertahap, baik bagi nelayan perikanan tangkap, budi daya, maupun masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada usaha pengolahan garam,” kata Syarifuddin.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menyatakan anggaran pemulihan usaha garam masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di provinsi ujung barat Indonesia tersebut pada tahun ini mencapai Rp5,1 miliar lebih.

Kepala DKP Provinsi Aceh Safrizal mengatakan pemulihan tersebut masuk dalam program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat dengan anggaran dari transfer ke daerah atau TKD tahun anggaran 2026.

“Total pagu anggaran yang dialokasikan untuk program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat di Aceh mencapai Rp5,1 miliar lebih,” katanya.

Safrizal mengatakan pemulihan tersebut merupakan upaya strategis memperkuat ketahanan ekonomi petambak garam sekaligus menanggulangi kerentanan sektor usaha akibat tingginya dinamika cuaca dan iklan ekstrem yang kerap memicu bencana hidrometeorologi.

“Anggaran program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam tersebut didistribusikan secara terarah ke tiga kabupaten di Provinsi Aceh,” katanya.

Anggaran digunakan untuk pembangunan rumah perebusan serta tunnel garam meliputi rumah kaca beserta kelengkapan peralatan pendukung produksi.

Adapun kabupaten mendapatkan alokasi program tersebut yakni Kabupaten Bireuen sebanyak Rp2,96 miliar, Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp839,64 juta, serta Kabupaten Aceh Timur dengan total pagu anggaran mencapai Rp1,29 miliar.

“Kami berharap program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam ini mampu menjaga kuantitas dan kualitas produksi secara berkelanjutan dan dapat meningkatkan pendapatan petani garam,” kata Safrizal.

Sumber: antara

Previous Post

MKKS SMP Wilayah V Aceh Besar Latih Guru Manfaatkan Papan Interaktif Digital

Next Post

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Next Post
Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lima Santri Al Zahrah Borong Medali OSM Aceh 2026

Lima Santri Al Zahrah Borong Medali OSM Aceh 2026

15/10/2026
Saat Suara DPD Asal Aceh Lebih ‘Penting’ di Senayan

Saat Suara DPD Asal Aceh Lebih ‘Penting’ di Senayan

15/10/2026
Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Kilometer Antar Ayah Berobat, Adik 5 Tahun Ikut Dibonceng

Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Kilometer Antar Ayah Berobat, Adik 5 Tahun Ikut Dibonceng

15/10/2026
Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

15/10/2026
Aceh Timur Bangun Rumah Garam Pulihkan Usaha Masyarakat Pascabencana

Aceh Timur Bangun Rumah Garam Pulihkan Usaha Masyarakat Pascabencana

15/10/2026

Terpopuler

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

14/10/2026

Aceh Timur Bangun Rumah Garam Pulihkan Usaha Masyarakat Pascabencana

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 2]

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

Bupati Tembus Bappenas, SKPK Pidie Jaya Kembali Usulkan Revisi R3P

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com