BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) melakukan uji coba videotron yang dipasang di Kota Blangpidie, Kamis (22/10/2026).
“Hari ini kita melakukan uji coba videotron di dua titik lokasi, yaitu di depan Mall Pelayanan Publik dan Jalan Selamat Kota Blangpidie. Uji coba ini sebelum nantinya di-launching oleh Pak Bupati,” kata Kepala Diskominsa Abdya, Ubairizal.
Ia menyebutkan, kehadiran videotron ini merupakan upaya modernisasi sistem informasi publik sekaligus optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ubairizal mengatakan, berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025, Abdya berada di peringkat ketujuh dari 10 kabupaten/kota di Aceh yang dikategorikan sebagai daerah maju.
Selain itu, Kota Blangpidie dikenal sebagai pusat perdagangan di kawasan Barat Selatan (Barsela) Aceh. Letaknya yang strategis, diapit Kabupaten Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Selatan, serta wilayah pesisir dengan potensi kelautan yang besar, menjadikan Abdya memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor jasa dan promosi usaha.
Potensi tersebut akan dimanfaatkan melalui pengadaan videotron, yaitu layar panel besar berbasis teknologi LED (Light Emitting Diode) yang mampu menampilkan konten visual dinamis berupa video, gambar, dan teks.
Ubairizal menjelaskan, videotron akan dikelola secara transparan dan profesional agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
Salah satu manfaatnya adalah membuka peluang penyewaan ruang iklan komersial yang legal dan terukur.
“Pendapatan yang diperoleh dari sektor ini akan masuk ke kas daerah dan dapat digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta peningkatan pelayanan publik,” jelasnya.
Selain sebagai media iklan, videotron juga akan dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai informasi penting kepada masyarakat, seperti kebijakan pemerintah, imbauan darurat, kegiatan pemerintahan, hingga program pembangunan.
Penggunaan media digital ini dinilai lebih efisien karena mengurangi kebutuhan pencetakan spanduk dan baliho sekali pakai.
“Dengan adanya videotron resmi, pemasangan reklame liar di pohon, jembatan, maupun fasilitas umum dapat diminimalkan sehingga estetika kota tetap terjaga,” ujarnya.
Ubairizal menambahkan, masyarakat juga akan memperoleh akses informasi secara real-time, mulai dari jadwal angkutan umum, prakiraan cuaca, pengumuman darurat, hingga agenda kegiatan budaya.
Keberadaan videotron juga memberi manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka dapat mempromosikan produk dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan reklame konvensional karena tarif sewa akan diatur melalui skema progresif.
Selain meningkatkan promosi usaha, videotron dinilai dapat mempercantik wajah kota. Tumpang tindih spanduk di trotoar maupun tiang listrik dapat dikurangi sehingga kawasan perkotaan terlihat lebih rapi, modern, dan tertata.
Pemerintah Abdya menargetkan sektor videotron mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
“Untuk menjamin transparansi, seluruh pendapatan yang diperoleh akan diumumkan secara berkala melalui situs resmi pemerintah dan papan informasi publik,” ungkapnya.
Dalam pengelolaannya, jadwal tayang videotron akan dibagi menjadi dua kategori. Minimal 30 persen dari total jam tayang dialokasikan untuk informasi publik yang mencakup informasi kebencanaan, kesehatan, pendidikan, serta program pemerintah. Sementara maksimal 70 persen sisanya dapat digunakan untuk iklan komersial guna mendukung peningkatan PAD.
Menurutnya, videotron ini bukan sekadar papan reklame modern, tetapi juga menjadi pusat kendali informasi publik.
“Kami mengajak pelaku usaha untuk beriklan secara legal sekaligus ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” pungkas Ubairizal.










