YOGYAKARTA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon terus memperluas jejaring kemitraan akademik dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta yang dipelopori oleh akademisi dan peneliti, Prof. Dr. Irwan Abdullah.
Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan melalui pertemuan dan diskusi antara Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA, dengan Founder IA Scholar Foundation, Prof. Dr. Irwan Abdullah, di Yogyakarta.
Pertemuan ini membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis, khususnya penguatan kapasitas penelitian, pengembangan jejaring akademik, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.
Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan lembaga pengembangan akademik menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem penelitian yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada kualitas.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini tidak lagi sebatas meningkatkan kuantitas penelitian, tetapi juga memastikan bahwa setiap penelitian memiliki kontribusi ilmiah yang signifikan dan mampu menjawab persoalan aktual masyarakat.
“Perguruan tinggi harus mulai menggeser orientasi penelitian dari sekadar pemenuhan kewajiban akademik menuju produksi pengetahuan yang memiliki kebaruan, relevansi, dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi internasional menjadi salah satu prioritas kami di LPPM IAIN Takengon,” ungkap Muhammad Riza.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam penjajakan tersebut adalah peluang penyelenggaraan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi Terindeks Scopus dengan melibatkan IA Scholar Foundation.
Program ini diarahkan untuk memberikan pendampingan yang lebih komprehensif kepada dosen, mulai dari pemetaan isu penelitian, penguatan metodologi, identifikasi kebaruan ilmiah (novelty), penyusunan manuskrip, hingga strategi pemilihan jurnal dan menghadapi proses penelaahan sejawat (peer review).
Muhammad Riza menekankan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas akademik harus memiliki luaran yang konkret dan terukur.
“Kami tidak ingin workshop penulisan artikel hanya menjadi kegiatan seremonial. Idealnya, setiap peserta memiliki target manuskrip yang dikembangkan secara bertahap melalui proses pendampingan, sehingga pada akhirnya benar-benar siap diajukan ke jurnal internasional bereputasi,” tambahnya.
Sementara itu, Founder IA Scholar Foundation, Prof. Dr. Irwan Abdullah, dalam pertemuan tersebut menjadi mitra diskusi mengenai peluang pengembangan kapasitas penelitian dan publikasi akademik. Pengalaman dan jejaring akademik yang dimilikinya diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan budaya riset di lingkungan IAIN Takengon.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan paradigma penelitian dosen, dari pendekatan yang berorientasi pada pemenuhan administrasi akademik menuju penelitian yang memiliki argumentasi teoretis kuat, metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta kontribusi ilmiah yang lebih luas.
Selain workshop penulisan artikel Scopus, sejumlah bentuk kerja sama yang berpeluang ditindaklanjuti meliputi penyelenggaraan research coaching, klinik artikel ilmiah, pendampingan publikasi internasional, serta pengembangan penelitian kolaboratif lintas institusi.
Sebagai langkah awal, LPPM IAIN Takengon berencana mematangkan konsep kegiatan bersama IA Scholar Foundation, termasuk pemetaan kebutuhan dosen, penyusunan model pendampingan, dan penentuan luaran program yang terukur.
Muhammad Riza berharap penjajakan ini dapat berkembang menjadi kemitraan akademik yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkata








