SHAH ALAM, Malaysia – Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) terus memperluas jejaring kemitraan internasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) on Academic Cooperation dan Implementation Arrangement (IA) dengan Fakulti Undang-Undang, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Malaysia. Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00–13.00 waktu Malaysia.
Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., bersama Dekan Fakulti Undang-Undang UiTM, Prof. Dr. Nur Ezan Rahmat. Penandatanganan ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam memperkuat hubungan kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi hukum, serta memperluas kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pengembangan pendidikan hukum, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta penguatan kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah lintas negara.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang menjadi fokus kedua institusi meliputi tiga bidang utama. Pertama, Student Exchange Programme, yaitu pengembangan program pertukaran mahasiswa yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman akademik, mengenal sistem pendidikan dan budaya akademik di negara mitra, serta memperluas wawasan internasional. Kedua, Global Lecturer Programme, melalui kegiatan kuliah tamu internasional, visiting lecturer, pertukaran dosen, serta penyelenggaraan perkuliahan secara daring maupun luring. Ketiga, Collaborative Research, berupa penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, dan pengembangan kajian hukum komparatif antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam penjajakan kerja sama ini, kedua institusi juga memperhatikan kebijakan penerimaan mahasiswa yang berlaku di UiTM. Saat ini, kebijakan penerimaan mahasiswa UiTM pada program regulernya masih dikhususkan bagi warga negara Malaysia dan belum membuka penerimaan mahasiswa internasional. Oleh karena itu, implementasi program pertukaran mahasiswa akan disesuaikan dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku di masing-masing institusi. Peluang mobilitas akademik dapat dikembangkan melalui kunjungan akademik, program jangka pendek, pertukaran pengalaman pembelajaran, serta kegiatan akademik lainnya yang memperoleh persetujuan kedua belah pihak.
Sementara itu, program Global Lecturer dan Collaborative Research diharapkan dapat menjadi bentuk kerja sama yang lebih awal dan konkret untuk dilaksanakan. Melalui kedua program tersebut, dosen FH USK dan UiTM dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perspektif keilmuan dalam berbagai bidang hukum, sekaligus membangun jejaring penelitian dan publikasi internasional.
Kerja sama ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Melalui kolaborasi akademik dan penelitian di bidang hukum, FH USK dan UiTM diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat supremasi hukum, akses terhadap keadilan, serta tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Dekan FH USK, Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penguatan kemitraan internasional merupakan salah satu langkah penting dalam mendorong transformasi dan peningkatan daya saing Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Hubungan kerja sama dengan UiTM diharapkan tidak hanya terwujud dalam penandatanganan dokumen kelembagaan, tetapi juga dilanjutkan dengan program-program akademik yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.
Melalui penandatanganan LoI dan IA ini, FH USK berharap hubungan kelembagaan dengan UiTM dapat berkembang menjadi kemitraan yang produktif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, sekaligus memperkuat posisi FH USK dalam jejaring pendidikan tinggi hukum di kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., untuk terus mendorong internasionalisasi pendidikan hukum, memperluas kolaborasi strategis, serta mewujudkan fakultas yang adaptif, unggul, dan berdaya saing internasional.[]








