Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Yuk Menyeruput Kopi di Kamp Biawak

Admin1 by Admin1
28/06/2020
in Feature
0
Yuk Menyeruput Kopi di Kamp Biawak

Kamp Biawak. Nama ini terkesan ekstrim dan unik. Namun nama itulah yang kini menjadi lokasi menyeruput kopi yang jadi favorit baru di Banda Aceh.

Kamp Biawak terletak di Desa Limpok, Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi inilah yang jadi primadona baru di Banda Aceh. Ini karena lokasi Kamp Biawak tak jadi dari Darussalam, yang jadi kota pelajar serta induk dari sejumlah universitas ternama di Aceh.

Ke sinilah atjehwatch.com berkunjung pada Sabtu malam 27 Juni 2020.

Kamp Biawak. Foto Aan/atjehwatch.com

Lokasinya sangat asri. Ada bangunan kayu yang beratap seng yang dijadikan party atau tempat mengolah pesanan pelanggan.

Potongan kayu yang dijadikan tempat duduk dan meja serta tatanan unik lainnya yang diolah dari limbah sekitar lokasi.

Owner Kamp Biawak, Iskandar Ishak, mengatakan penamaan Kamp Biawak berasal dari pengalaman pribadi mereka saat mencari lokasi untuk tempat kumpul dan diskusi.

Foto Aan

“Dulu kami suka mancing di sekitar sungai Lamnyong ini. Memang di sekitar ini dulu, merupakan tempat Biawak,” kata kandidat doktor seni di salah satu universitas ternama di Pulau Jawa ini.

Layaknya pemuda di Aceh lainnya, kata Iskandar, mereka terbiasa untuk berdiskusi banyak hal. Hal ini pula yang akhirnya membuat mereka mencari sebidang tanah untuk sekedar ngumpul.

“Awal kita kumpul di sini, hanya ada bangunan itu (Yang ada-red). Bangunan tersebut merupakan bekas kandang sapi. Kami bersihkan dan kami sulap seperti sekarang,” kata pria kurus berkumis ini.

Awal awal ngumpul, kata Iskandar, mereka terbiasa beli kopi dalam kantong plastik dan air tebu untuk di bawa ke Kamp Biawak. Dari tradisi tadi akhirnya muncul ide untuk membuat warung kopi.

“Dari situ kita berpikir, bahwa Kamp Biawak harus memiliki keunikan tersendiri. Makanya kursi ini adalah potongan kayu yang hanyut di bawa air sepanjang aliran sungai ini. Ini kami potong dan jadikan kursi serta meja. Lebih simple serta hemat dan nyaman,” kata Iskandar.

“Agar tak bernyamuk. Kami usahakan setiap kantong plastik yang ada untuk dibersihkan dari lokasi. Jadi lokasinya asri,” katanya.

Sedangkan soal menu dan minuman andalan, kata Iskandar, setelah beberapa kali racikan, akhirnya jadilah Kobite atau Kopi Biawak Tebu. Minuman ini terasa nikmat sambil menikmati angin sepoi sepoi dengan suasana khas Aceh. Ada juga minuman lainnya. Yang terpenting, harganya nyaman untuk kantor.

Sedangkan untuk makanan yang disajikan di Kamp Biawak juga terbilang unik. Mulai dari Ketela Keju, buah buahan hingga paket lainnya yang bisa dimasak di lokasi. Murah meriah.

Kamp Biawak kini jadi tempat kumpul baru sambil menyeruput kopi.

Tempat ini cocok jadi tempat ngopi untuk keluarga, komunitas hingga lainnya.

Foto Aan

“Di awal awal berdiri, diskusi ganja dan UU ITE pernah kita gelar disini. Ini juga yang membuat lokasi Kamp Biawak jadi tenar seperti sekarang. Kami buka dari pukul 16.00 hingga 23.30 WIB,” kata Iskandar.

Kedepan, kata Iskandar, dirinya berharap bisa terus berbenah untuk menjadikan Kamp Biawak lokasi yang nyaman bagi semua. Tapi tetap menjunjung tinggi kearifan lokal serta ramah lingkungan.

Gimana Anda tertarik? Yuk ngopi Kobite di Kamp Biawak. Harganya nyaman di kantong kok.

Foto Aan
Tags: acehKamp Biawakwarung kopi
Previous Post

Ketua DPRK Banda Aceh Minta Pemko Berdayakan Aparatur Gampong dalam Mengantisipasi Covid-19

Next Post

Penuhi Protokol Covid-19 MIN 6 Model Banda Aceh Laksanakan Wisuda

Next Post
Penuhi Protokol Covid-19 MIN 6 Model Banda Aceh Laksanakan Wisuda

Penuhi Protokol Covid-19 MIN 6 Model Banda Aceh Laksanakan Wisuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

26/04/2026
Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

26/04/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

26/04/2026
Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

26/04/2026
Prodi MPBEN FKIP USK Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

Prodi MPBEN FKIP USK Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

26/04/2026

Terpopuler

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

25/04/2026

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

MUQ Aceh Selatan Kembali Juara Umum SOB ke – XIII 2026 se-Barat Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com