Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Tiyong: Rakyat Butuh Makan, Kok Dikasih Stiker?

Admin1 by Admin1
28/08/2020
in Nanggroe
0
DPRA dan DPRK PNA Diminta Sumbang Gaji Untuk Bantu Tangani Covid 19

Samsul Bahri akrab disapa Tiyong, Ketua Umum DPP PNA

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang merugikan dan membebani rakyat ditengah situasi pandemi Covid-19. Sebaliknya Pemerintah Aceh didesak untuk cepat tanggap dengan persoalan yang lebih urgen dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat saat ini.

Penerbitan Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh No. 840/9186 tahun 2020 yang saat ini menuai penolakan dari banyak kalangan dianggap sebagai salah satu kebijakan yang tidak pro rakyat.

SE tersebut mengatur soal kewajiban pemasangan stiker pada mobil masyarakat pengguna solar subsidi dan premium. Selain itu juga berisi larangan pengisian BBM pada kendaraan yang belum lunas pajak kepada pihak SPBU.

“Kami secara tegas menolak SE tersebut dan mendesak Plt Gubernur Aceh untuk segera mencabutnya. Karena ini merupakan kebijakan yang tidak logis, mengandung unsur penghinaan dan menjatuhkan harkat dan martabat sebagian masyarakat. Plt Gubernur Aceh juga dianggap gagal paham soal skala prioritas kebijakan yang harus segera diambil dalam menyelesaikan berbagai persoalan saat ini,” kata Samsul Bahri atau akrab disapa Tiyong
Ketua Umum DPP PNA yang juga anggota DPR Aceh, Jumat 28 Agustus 2020.

“Saya benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Pak Plt. Padahal ada kebijakan yang jauh lebih urgen agar segera dieksekusi dan ditunggu-tunggu oleh rakyat,” katanya lagi.

Pertama, kata Tiyong, soal skema penanganan kasus Covid-19 yang saat ini makin mengkhwatirkan. Misalnya pelacakan, swab massal dan karantina untuk memutuskan mata rantai penyebaran. Tidak cukup hanya hanya sekedar sosialisasi pakai masker.

“Jangan-jangan orang yang tiap hari pakai masker juga sudah positif corona, namun OTG. Faktanya banyak orang yang disiplin menggunakan masker kemudian terkonfirmasi positif Covid-19.”

Kedua, program bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 harus segera disalurkan. Apalagi dalam Dana Refocusing APBA terdapat belanja Bansos mencapai 1,5 trilyun.

“Ini harus segera dilaksanakan, agar rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dapat terbantu. Selain itu, bantuan stimulus ekonomi bagi masyarakat juga harus segera dieksekusi. Ini untuk mengantisipasi ancaman krisis ekonomi serta menjaga daya beli. Inilah diantara kebijakan strategis yang sedang ditunggu-tunggu oleh rakyat.”

“Karena itu saya berkesimpulan, SE tersebut jelas merupakan kebijakan “salah jep ubat” dari Plt Gubernur Aceh. Orang sakit kepala, kok diberikan obat sakit perut. Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah bagaimana mereka tidak kena virus corona, bisa tetap makan dan usaha mereka bisa tetap jalan. Rakyat butuh makan, kok dikasih stiker,” kata anggota DPR Aceh asal Bireuen ini.

“Kami juga meminta Plt Gubernur Aceh untuk mengeluarkan kebijakan pemasangan stiker pada seluruh mobil dinas yang ada di Aceh. Selama ini banyak mobil dinas disalahgunakan oleh oknum pejabat. Mobil-mobil tersebut tidak teridentifikasi sebagai mobil dinas karena plat nomor kendaraan bisa diganti dengan warna hitam. Seringkali Mobil Dinas digunakan untuk keperluan pribadi diluar tanggung jawabnya sebagai pejabat. Dengan pemasangan stiker diharapkan penyalahgunaan mobil dinas akan banyak berkurang. Dan tentu saja agar tidak mencederai rasa keadilan bagi masyarakat yang mobilnya dipasang stiker BBM.”

“Selain itu kami mengingatkan Plt Gubernur dan Sekda Aceh agar taat pada Perpres No. 33 tahun 2020 tentang standar satuan harga regional untuk mobil dinas dilingkungan Pemerintah Aceh. Kita mendapat kabar ada beberapa unit mobil dinas yang dibeli dengan harga milyaran rupiah. Bahkan ada yang satu unit harganya mencapai 4,2 milyar. Padahal standar harga mobil dinas bagi seorang Pejabat eselon satu adalah 700 jutaan. Sementara pejabat eselon dua 500 jutaan. Ini jelas sebagai bentuk pemborosan belanja daerah dan berfoya-foya dengan uang rakyat,” ujarnya.

 

Previous Post

Plt Gubernur Aceh Kunjungi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung Pegasing

Next Post

Mahasiswa Baru ADI Dewan Dakwah Aceh Ikut Mastama

Next Post

Mahasiswa Baru ADI Dewan Dakwah Aceh Ikut Mastama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tayang Perdana, Podcast Al Zahrah Kupas Budaya Viral Versus Budaya Ilmu

Tayang Perdana, Podcast Al Zahrah Kupas Budaya Viral Versus Budaya Ilmu

22/07/2026
Pemkab Aceh Selatan Mantapkan Usulan 9 Titik WPR, Libatkan Camat, Keuchik, dan Elemen Masyarakat

Pemkab Aceh Selatan Mantapkan Usulan 9 Titik WPR, Libatkan Camat, Keuchik, dan Elemen Masyarakat

22/07/2026
Kenapa Negara-negara Arab ‘Pasrah’ Tak Balas Amukan Iran?

Kenapa Negara-negara Arab ‘Pasrah’ Tak Balas Amukan Iran?

22/07/2026
Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

22/07/2026
226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

21/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

Tiyong: Rakyat Butuh Makan, Kok Dikasih Stiker?

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

DPRK Pidie Warning Baitul Mal: Jangan Sampai Bantuan Salah Sasaran

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com