Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Budayawan Aceh Apresiasi Pembangunan Underpass Gajah Pada Tol Sibanceh

Admin1 by Admin1
04/09/2020
in Nanggroe
0
Aceh Besar – Tokoh Budaya Aceh, Ir. Tarmizi Abdul Hamid mengapresiasi pembangunan terowongan (underpass) yang akan dibangun sebagai lalu lintas gajah (Po Meurah, sebutan orang Aceh untuk gajah) pada pembangunan jalan tol Sigli- Banda Aceh (Sibanceh) sepanjang 74 km, Jumat (04/09/2020).
Hal tersebut ia sampaikan, usai menelusuri rute tol Indrapuri sampai ke Lamtamot, Aceh besar beberapa waktu lalu. Kolektor manuskrip Aceh ini juga menemui masyarakat desa terutama disekitar Lamtamot untuk menanyakan beberapa hal menyangkut adat dan kebudayaan yang berdampak langsung dengan pembangunan proyek strategi nasional tersebut.
Mantan Pengurus Majelis Adat Aceh ini lebih lanjut memaparkan, bahwa dalam pembangunan jalan tol ini pihak pemilik proyek dalam hal ini PT. Hutama Karya (Haka) dan Pelaksana Proyek PT. Adhi Karya telah menunjukkan keberhasilan dalam memahami sosial budaya dan kepentingan masyarakat yang sesuai dengan kaedah dan kearifan Aceh sendiri. Menurutnya ini perlu dicontohkan kepada investor lainnya yang akan membangun Aceh kedepan.
“Hampir semua masyarakat yang saya ajak berdiskusi di lapangan tentang dampak pengerjaan jalan tol pertama di Aceh ini menunjukkan tanggapan atau hasil yang positif untuk pembangunan underpass,” kata Tarmizi yang kerap disapa Cek Midi.
Tarmizi menjelaskan, keberadaan underpass bagi jalur lintas gajah bukan hanya ada di Aceh tetapi ada juga di bagian Sumatra lain yakni di Pekanbaru-Dumai. Sementara itu lokasi jalur gajah tersebut dibangun pada kawasan lintasannya selama ini, yaitu di seksi 1 Padang Tiji – Lembah Seulawah.
Urgensi yang dapat dilihat dari pembangunan underpass gajah kata Tarmizi, gajah merupakan hewan langka yang dilindungi oleh undang-undang. Kemudian pada masa kesultanan, gajah menjadi simbol keagungan, simbol kebesaran aceh, penduduk pribumi Aceh, gajah sangat di hormati sehingga dalam berbagai seremonial upacara kenegaraan gajah sering di abadikan, terutama upacara adat, upacara militer. Hingga penghormatan militer terhadap gajah sampai zaman sekarang ini masih terus diabadikan pada Instansi militer Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda yang logonya digunakan binatang gajah berwarna putih.
“Ini adalah suatu perjalanan panjang keterlibatan gajah atas segala jasa sebagai kendaraan transportasi perang di Aceh pada era lampau, maka banyak orang Aceh memanggil gajah dengan nama (laqab) diantaranya, Po Meurah, Tungku di Malem, dan sebagainya,” ujarnya.
Urgensi selanjutnya terhadap pembangunan underpass tersebut lanjut Tarmizi, yakni untuk melindungi habitat gaja itu sendiri, dalam artian pembangunan jalan tol tersebut bukan hanya memiliki kepentingan bagi manusia tetapi juga bagi kepentingan alam agar tidak terganggu ekosistem mamalia tersebut. Jika ini tidak dilakukan maka jalan tol tersebut akan rusak, bisa jadi akan diganggu oleh gajah dengan berbagai macam cara.
Itulah banyak yang terjadi hari ini adanya konflik gajah dengan manusia lanjut Tarmizi, disebabkan gajah sudah menganggap manusia sebagai musuh bukan lagi kawan. Karena, habitatnya diganggu, gadingnya diburu bahkan banyak juga yang dibunuh.
“Dengan dibangunnya underpass itu, kita memberikan apresiasi kepada mereka, berarti mereka menghargai sistem kearifan lokal di Aceh yang sangat diuntungkan,” ujarnya.
Maka untuk itu, perusahaan yang sudah berempati untuk melakukan pembangunan underpass itu kata Tarmizi, mereka sudah memberikan penghormatan kepada adat dan budaya serta khazanah yang ada di Aceh. Apalagi Aceh merupakan daerah khusus dengan adanya syariat Islam dan kewenangan khusus lainnya.
“Para kontraktor pengerjaan proyek ini sangat mengerti dan sangat memahami dengan cepat menyesuaikan kehidupan adat dan budaya serta sosial masyarakat dalam waktu sesingkatnya,” tuturnya.[]
Seperti diketahui sebelumnya, Mega proyek insfrastruktur Highway (Tol) Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) sepanjang 74 Km terus dipacu, sehingga target penyelesaian Tol pertama di Bumi Serambi Mekkah ini dapat selesai pada tahun 2021 yang akan datang. Tol yang dinamakan dengan Sibanceh, dari total jarak 74 Km ini memilik 6 rute seksi. Salah satunya rute seksi Indrapuri-Blang Bintang 14,7 km,  yang sudah selesai dan telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 22 Agustus lalu dan sudah mulai digunakan oleh masyarakat. []
Previous Post

Sekda: Gema, Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

Next Post

Nyan Ban, 5 Skill Teknologi yang Paling Dicari Selama Pandemi

Next Post

Nyan Ban, 5 Skill Teknologi yang Paling Dicari Selama Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

05/08/2026
PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

05/08/2026
Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

05/08/2026
Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026

Terpopuler

Budayawan Aceh Apresiasi Pembangunan Underpass Gajah Pada Tol Sibanceh

04/09/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com