BLANGPIDIE – M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si, Anggota DPR RI Fraksi Partai PKS mengatakan orientasi masyarakat sudah hilang selama adanya wabah covid-19, terutama di Aceh dan Indonesia pada umumnya, Jum’at (23/10/20).
“Selama wabah Covid-19 melanda negara diseluruh dunia, termasuk negara kita Indonesia terkhusus Provinsi Aceh, orientasi masyarakat sudah mulai hilang, disebabkan oleh dampak ekonomi semakin menurun,” ucap Nasir Jamil dalam Khotbah Jum’at di Masjid Agung Baitul Gafur, Kabupaten Abdya.
Ia juga menyebutkan, perlu adanya perbaikan ekonomi pasca wabah pandemi Covid-19 terutama di Aceh, selain memulihkan ekonomi, juga menumbuhkan semangat baru bagi masyarakat”, kata Nasir Jamil.
Dalam kunjungan kerjanya, Anggota DPR RI tiga periode ini juga bersilaturrahmi bersama Bupati Akmal Ibrahim, Jajaran Forkopimda dan para pimpinan Ormas setempat.
Pada pertemuan singkat yang diadakan di lantai 1 Masjid Baitul Gafur, Nasir Jamil bersama Forkopimda membahas hasil gugatan HGU PT C.A yang dimenangkan oleh Pemkab Abdya, tanah seluas 2800 Ha tersebut direncanakan akan dibagikan kepada masyarakat.
Dikesempatan itu Nasir Jamil mengutarakan sebagian hak yang dikembalikan atas pembebasan lahan PT. CA harus digunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Abdya, terutama bagi mereka yang perlu untuk dibantu.
“Menurut saya, kita mengambil contoh pada zaman Rasullullah, tanah rampasan hasil rampasan perang seluruhnya dikembalikan kepada Allah dan Rasul, selanjutnya digunakan untuk kebaikan umat dalam meningkatkan agama Allah,” terang Nasir Jamil.
Dikesempatan yang sama, Akmal merasa semua itu memang perlu dilakukan, sehingga Bupati menginginkan lahan dimaksud dapat digunakan untuk kemaslahatan bersama, terutama bidang agama dan kemakmuran masjid.
“Lahan ini nantinya akan kita bagikan kepada kalangan yang berhak, seperti fakir miskin, hafiz Qur’an, Ormas, hingga untuk kemakmuran masjid, juga untuk pemerintahan tingkat gampong, melalui BUMG lahan tersebut akan membantu ekonomi dalam gampong,” pungkas Akmal.
Reporter: Rusman







