Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Babi Hutan Tebar Teror di Pidie Jaya

Admin1 by Admin1
01/12/2020
in Lintas Timur
0
Babi Hutan Tebar Teror di Pidie Jaya

Babi hutan. Foto detik

BANDA ACEH – Peristiwa tewasnya seorang warga diduga karena diserang oleh babi hutan di Kecamatan Panteraja pada Minggu kemarin (29/11/2020), mendorong masyarakat melakukan pemburuan besar-besaran. Selain untuk menangkap hewan pembunuh, tujuannya agar tidak ada korban lanjutan lagi.

Babi yang diduga telah membunuh warga Desa Tunong, bernama Ilyas (45), saat korban sedang memetik buah cokelat di kebun abang iparnya diyakini bisa menyerang siapa saja karena hewan tersebut sudah tidak takut pada apa pun lagi. Masyarakat setempat menyebutnya “babi rusak”.

Menurut Kepala Desa Tunong, Abdurrahman Usman, babi yang masuk dalam kategori “rusak” adalah babi yang biasanya sedang terluka atau borokan akibat terkena perangkap atau sebelumhya selamat dari pemburuan. Karena sifatnya sedang dalam mode bertahan, “babi rusak” bisa menggila ketika bertemu dengan manusia atau apa pun yang dianggap akan membahayakan hidupnya.

“Babi sudah rusak berarti sudah ganas. Dari informasi warga, ada perangkap jaring yang dipasang di pagar, putus. Mungkin karena itu babinya rusak,” terang Abdurrahman, dihubungi Liputan6.com, Senin siang (30/11/2020).

Abdurrahman yakin bahwa babi yang diduga telah menyerang warganya itu masih berada di sekitar lokasi penyerangan. Kemungkinan besar hewan tersebut kini sedang bersembunyi di kubangan agar boroknya tidak dihinggapi oleh lalat.

“Kalau babi yang rusak itu sudah tidak lagi makan makanan. Jadi, apa dilihatnya, jadi musuh,” imbuh dia.

Pemburuan ini rencananya melibatkan warga dari beberapa kecamatan, serta akan dimulai Selasa (1/12/2020). Masyarakat yang masuk dalam kegiatan pemburuan akan bersiap-siap dengan tombak serta parang, termasuk anjing untuk menakuti sang babi.

Sebelumnya, seorang warga di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diduga kuat telah diserang oleh babi hutan hingga tewas, Minggu siang (29/11/2020). Peristiwa ini terjadi di kebun abang ipar korban.

Korban merupakan seorang petani yang pada hari kejadian berniat memetik buah cokelat sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, tidak ada yang tahu pasti detail kejadian bagaimana dirinya diserang oleh babi hutan tersebut.

Pada saat itu, seorang warga yang juga tengah berada di kebun tidak jauh dari tempat kejadian hanya mendengar suara teriakan meminta tolong dari korban. Namun, Ilyas sudah tergeletak bersimbah darah dengan badan luka serta baju koyak moyak, yang diduga karena tercabik-cabik oleh gigitan babi hutan.

Korban serangan babi hutan ini telah dikebumikan menjelang menjelang magrib pada hari yang sama. Peristiwa ini telah menjadi teror serta membuat masyarakat yang setiap harinya berkebun telah meliburkan aktivitasnya untuk beberapa saat.

Sumber: liputan6.com

Previous Post

Tolak Keberatan Kuasa Hukum Gubernur, Hakim Terima Gugatan Class Action Stiker

Next Post

322 Koperasi di Aceh Barat tak Aktif Akibat Pandemi

Next Post
322 Koperasi di Aceh Barat tak Aktif Akibat Pandemi

322 Koperasi di Aceh Barat tak Aktif Akibat Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

11/04/2026
Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

11/04/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pembersihan Lumpur Sisa Banjir di Aceh Dipastikan Terus Berjalan

11/04/2026
Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026

Terpopuler

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

09/04/2026

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Pemprov Aceh Resmi Keluarkan Kebijakan WFH bagi ASN Setiap Jumat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com