GADIS kecil itu bernama Salma. Ia kini berusia 12 tahun. Pandangan Salma terlihat tak fokus. Sementara tubuhnya lunglai dalam gendongan sang ibu.
“Assalamualaikum. Na Teungku Ih di rumoh?” ujar wanita yang menggendong Salma pada seseorang di depan rumah yang ditujunya.
Ia bernama Nurjannah Ismail, ibu dari Salma yang kini berusia 50 tahun.
Informasi yang diperoleh wanita tadi, rumah yang didatanginya adalah milik keluarga dari Iskandar Usman Al-Farlaky, anggota DPR Aceh dari Partai Aceh mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Timur.
Namun ia dan orang-orang, biasa memanggil Iskandar dengan sebutan Teungku Ih.
Nurjannah kemudian duduk di kursi teras depan. Sementara Salma masih dalam gendongannya.
Tak berapa lama, sosok yang dicari muncul di depan teras. Pria muda itu tersenyum ke arah Nurjannah dan Salma.
Kepada Iskandar, Nurjannah bercerita bahwa ia tinggal di Desa Lubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
“Long warga droneuh. Watee pemilu yang ka ulikot, long droneuh yang meu pilih,” kata Nurjannah memulai obrolan. Sedangkan Iskandar mengangguk berulangkali.
Menurut Nurjannah, ia sudah lama ingin bertemu dengan Iskandar. Ini karena, selama ini ia telah mendatangi sejumlah tempat. Ia coba mengadu soal nasib anaknya yang terlahir cacat.
“Bandum ureung yang long meurumpok, disarankan untuk jak meurumpok dengan droneuh Pak Ih. Makajih lon jak keunoe,” katanya lagi.
Adapun persoalan yang dihadapi, kata Nurjannah, Salma karena kekurangannya itu, tak bisa jalan seperti anak pada umumnya, meskipun ia sudah berumur 12 tahun. Hal ini pula yang membuat Nurjannah selalu menggendong Salma kemanapun mereka pergi.
Termasuk ketika mereka berdua harus ke Blang Betra, tempat tinggal Iskandar, jika sedang berada di Aceh Timur.
“Makajih long jak keunoe. Long lakee tulong,” kata Nurjannah.
Nurjannah yang kini berusia 50 tahun, mengaku sedikit kewalahan untuk menggendong Salma.
Nurjannah berharap Iskandar dapat membantu memberikan kursi roda untuk Salma. Agar gadis itu dapat lebih leluasa bergerak dan dirinya lebih muda untuk membawa gadis itu berobat.
“jeut loen turak watei jak-jak enteuk,” kata Nurjannah.
Nurjannah sendiri pernah mendengar bahwa Iskandar Al-Farlaky aktif membantu kursi roda kepada warga yang kurang mampu. Lelaki itu juga membantu warga korban banjir di Aceh Timur dalam beberapa hari terakhir.
Mendengar hal ini, Al-Farlaky akhirnya mengerti maksud dan tujuan dari kedatangan Nurjannah.
Ia kemudian meminta anggotanya untuk mengambil kursi roda yang baru saja dibawa dari Banda Aceh. Kursi roda ini memang hendak diserahkan ke warga yang membutuhkan di Aceh Timur. Nurjannah beruntung karena kursi roda ini belum ada pemiliknya.

“Alhamdulillah mantong na. Mudah-mudahan jeut neugunakan untuk si adek,” kata Iskandar.
Mendengar hal ini, Nurjannah menarik nafas panjang. Apalagi setelah melihat kursi roda tersebut masih baru. Salma sendiri terlihat senang duduk di atas kursi roda tadi.
Nurjannah mengaku sangat terharu mendapat bantuan dari Iskandar Usman Al-Farlaky. Kalimat ‘Alhamdulillah’ berulangkali meluncur dari mulutnya. Ia tak menyangka kalau Iskandar memenuhi harapannya tersebut.
“Semoga Allah Swt geubalah semua kebaikan ureung droneuh,” ujarnya lagi.










