BANDA ACEH – Lembaga Alumni Bahasa dan Sastra Arab(ABSA) UIN Ar-Raniry berkerjasama dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaksanakan kegiatan Studium General dengan tema “Peluang dan Tantangan Alumni Bahasa dan Sastra Arab di Timur Tengah”. Acara digelar pada Kamis 10 Desember 2020 melalui aplikasi Meeting Zoom.
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Tgk. Muhammad Nazar, S. Ag, selaku alumni perdana Bahasa dan Sastra Arab UIN Ar-Raniry, sekaligus mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2007 s/d 2012, dan Dr. Nurchalis Sofyan. M.A. sebagai ketua umum ABSA.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Nazar menyampaikan perihal peluang dan tantangan Alumni Bahasa dan Sastra Arab terbuka lebar di segala ranah, baik di ranah pendidikan, politik dan pemerintahan, maupun ranah lainnya. Apalagi dengan kemampuan bahasa dan sastra yang dimiliki oleh setiap alumni.
“Maka, para alumni nantinya harus siap bersaing dari tingkat lokal, nasional dan internasional, seperti di Timur Tengah yang memang membutuhkan alumni BSA yang memiliki skill terutama di bidang bahasa dan sastra Arab, serta skil lainnya yang mendukung untuk menjadi diplomat atau duta besar,” kata Muhammad Nazar.
Lebih lanjut, Muhammad Nazar berpandangan bahwa, sukses dunia pendidikan bukan pada kuantitas atau seberapa banyak mahasiswa yang memilih kuliah di sebuah program studi, akan tetapi bagaimana dunia akademik mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa yang jumlahnya sedikit jauh lebih bagus.
“Karena jumlah mahasiswa yang banyak belum tentu bisa menghasilkan alumni yang unggul di bidangnya.”
Di samping itu, Nurchalis Sofyan selaku Ketua Umum lembaga ABSA, menyampaikan beberapa hal yang menyangkut dengan program yang telah dijalankan oleh ABSA, dan program-program yang sedang dijalankan, serta program-program yang akan dijalankan kedepannya.
Salah satu program yang sedang dijalankan oleh Lembaga ABSA adalah pendataan alumni Bahasa dan Sastra Arab UIN Ar-Raniry yang selama ini masih kesulitan mendapatkan pekerjaan dan juga bagi alumni yang belum berpenghasilan tetap.
Menurut Nurchalis, program tersebut di atas sangat penting kita lakukan, karena program itu menyangkut dengan salah satu program ABSA sebagai lembaga yang menaungi para alumni yang lulus dari Prodi BSA UIN Ar-Raniry.
“Kita berharap, nantinya setelah datanya kita dapatkan secara lengkap dan tepat. Maka, lembaga ABSA akan melakukan pelatihan-pelatihan khusus, bahkan bisa saja ABSA menyiapkan semacam modal usaha untuk para alumni tersebut. Modal tersebut sekarang sedang coba kita kumpulkan melalui alumni lainnya yang telah sukses di dunia kerja,” kata Nurchalis yang juga selaku dosen bahasa dan sastra Arab UIN Ar-Raniry. []










