Hujan rintik rintik mengguyur Terminal Mini Sultan Daulat, Subulussalam, Rabu Malam.
Air hujan membanjiri terminal dan jalan utama. Namun hal ini tak menyurutkan warga untuk datang ke lokasi pembukaan MTQ antar kecamatan di sana.
Salah seorang undangannya adalah senator DPD RI HM Fadhil Rahmi Lc.
Hadir juga walikota serta para pejabat SKPK dan undangan lainnya. Mereka ber jas resmi dan celana kain yang tersetrika rapi.
Hanya Syech Fadhil yang bersarung sendiri di sana. Perbedaan tersebut terlihat sedikit mencolok di antara para tamu.
“Sarung identik dengan santri. Saya bangga menjadi santri,” ujar Syech Fadhil di awal pidato nya yang mendapat tepuk tangan hangat dari para hadirin.
Sejumlah penonton yang memakai peci dan sarung di depan pentas berdiri. Mereka seolah juga ingin menunjukan ‘identitas’ santri-nya. Sedangkan Syech Fadhil tersenyum ke arah mereka.
Menurut Syech Fadhil, dirinya sengaja bersarung dengan harapan dapat memotivasi para santri dan kaum dayah untuk terus belajar dan mengapai cita cita yang tinggi seperti dirinya.
“Saya sengaja bersarung untuk menunjukan bahwa saya santri. Namun juga bisa berbuat untuk Aceh.”
“Santri kini tak hanya bicara di dayah tapi juga memiliki kesempatan yang sama seperti lainnya.”
“Isya Allah para santri akan menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.
Syech Fadhil juga berharap agar pemerintah Subulussalam kedepan bisa menghadirkan Satuan Kerja khusus yang menangani dayah.
“Dengan demikian dayah di Subulussalam mendapat perhatian yang lebih,” kata dia lagi.
Pembukaan MTQ sendiri baru berakhir pada pukul 23.30 WIB. Warga Subulussalam terlihat semangat atas penyelenggaran MTQ tersebut.











