Blangkejeren – Grup WhatsApp Forum Diskusi Gayo Lues (FDGL) menyalurkan bantuan uang Rp. 7.700.000 untuk Imam S.Arifin (10), anak yatim asal Kampung Sangir, Dabun Gelang, pengidap penyakit komplikasi ginjal bocor dan mengalami bengkak-bengkak di seluruh badan.
Uang tunai yang dikumpulkan dari anggota grup tersebut, langsung diserahkan secara simbolis perwakilan FDGL, dr. Nevi dan Wahidin Porang kepada keluarga Imam di Rumah Sakit Daerah Muhammad Ali Kasim, Jum’at (18/12/2020).
Dalam penyerahan bantuan tersebut, dr. Nevi mengatakan kepihak keluarga, bahwa penyakit yang dialami Imam punya harapan besar untuk sembuh, asalkan pihak keluarga bisa menjaga makanan yang akan dikonsumsi Imam.
“Setelah nanti dibolehkan pulang dari sini (RSUD), Imam tidak boleh lagi kecapean, tidak boleh banyak bermain yang menguras energi, dan yang paling penting Imam tidak boleh lagi memakan, makanan yang mengandung micin, ini patangan, jika ini dimakan maka penyakit ini bakal kambuh lagi,” katanya.
Selain itu, dr. Nevi juga menyampaikan, agar pihak keluarga tidak perlu panik. Karena, di Gayo Lues banyak anak mengalami penyakit yang sama, semua bisa ditangani secara medis, dan dapat disembuhkan.
“Tidak perlu dirujuk, RSUD Ali Kasim dengan semua fasilitas yang mumpuni bisa menangani penyakit ini, dan dari sini kedepan pihak keluarga pun harus menjaga makanan Imam dan jangan sampai lalai,” pintanya.
Dr. Nevi berharap dengan bantuan yang diberikan mampu meringankan beban keluarga, “Jadi bantuan ini kami kumpulkan secara suka rela dari grup yang anggotanya ada Pejabat-pejabat daerah, ada Polisi, Pengusaha, Tokoh-tokoh masyarakat dan Wartawan, semoga bantuan yang tak seberapa ini bisa meringankan beban keluarga,” ungkapnya.
Sementara Nenek Imam mengatakan, penyakit yang dialami Imam sudah menunjukkan gejala sekitar 20 hari yang lalu, namun pihak keluarga menganggap penyakit tersebut bisa sembuh tanpa harus dibawa ke rumah sakit.
“Setelah itu kami melihat tubuhnya mulai bengkak-bengkak, ada keanehan, baru kami bawa ke sini, sudah 5 hari menginap di sini. Bengkak-bengkak sudah berkurang, kondisinya pun sudah mulai pulih setelah dirawat di sini,” katanya.
Nenek Imam membenarkan, selama ini cucunya tinggal bersama dirinya dari semenjak kecil. Ia yatim sejak dari umur 2 tahun.
“Ia masih punya ibu, tapi dia lebih memilih tinggal bersama saya. Sekarang dia sudah duduk di sekolah kelas 5 SD,” katanya.
Nenek Imam mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah peduli terhadap musibah yang sedang dia alami.
Reporter: Hamsani










