Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Alasan Produk China Bisa Dijual Murah di e-Commerce RI

Admin1 by Admin1
20/02/2021
in Ekonomi
0

Jakarta – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda memaparkan alasan barang asal China bisa dijual murah di e-commerce Indonesia.

Menurut Nailul, hal itu terjadi lantaran biaya produksi China yang lebih efisien ketimbang produksi UMKM dalam negeri.

“UMKM kita ini lebih banyak menggunakan biayanya untuk tenaga kerja dibandingkan biaya modal untuk produksi barang,” jelas Huda dalam diskusi virtual, Jumat (19/2).

Di samping itu ongkos kirim barang dari China ke Indonesia juga cukup murah dibandingkan dengan biaya logistik antara pulau di Indonesia.

Hal ini salah satunya disebabkan infrastruktur pelabuhan Indonesia yang belum memadai sehingga tarif angkut menjadi mahal.

“Pelabuhan kita sendiri belum efisien. Belum efisiennya di mana sih? Kalau kapal, misalnya kirim barang dari Jakarta angkut lemari ke Papua, tapi dari Papua kita enggak bisa bawa apa-apa, ini menyebabkan cost kirim barangnya jauh lebih mahal,” terangnya.

Kombinasi dua hal itu lah, menurut Huda, yang membuat barang asal China bisa banting harga di Indonesia.

“Cost logistik bisa murah ditambah lagi dengan cost barangnya juga murah, itu merupakan kombinasi yang tepat,” imbuhnya.

Di sisi lain, penyedia platform e-commerce dalam negeri tidak bisa melakukan pembatasan terhadap para pedagang asal China. Pasalnya, barang murah yang dijual di e-commerce mereka akan memancing banyak konsumen yang tentunya akan menguntungkan.

“Platform e-commerce itu dia butuh yang namanya valuasi. Itu buat apa sih? Supaya bisa dapat pendanaan agar bisa operasional. Nah, makanya, mereka platform ini tidak bisa juga menyediakan full untuk produk produk UMKM lokal,” jelasnya.

Oleh karena itu lah, menurut Huda, dalam fenomena Mr Hu yang ramai diperbincangkan belakangan ini, masyarakat tak bisa serta merta menyalahkan pengelola e-commerce.

Konsumen juga turut andil atas munculnya fenomena tersebut. Terlebih tak ada ketentuan yang melarang pedagang asal China merambah pasar Indonesia lewat e-commerce.

“Berapa tahun yang lalu, China juga mengadakan perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN. Nah itu juga salah satu masuk ke situ juga, akhirnya mereka tidak ada restriksi masuk ke Indonesia walaupun itu dia barang ritel,” ujarnya.

Sebelumnya, fenomena ‘Mr Hu’ muncul di media sosial, salah satunya Twitter. ‘Mr Hu’ diduga merupakan seller dari China yang menjual berbagai produk yang kelewat murah di Indonesia melalui Shopee. Hal ini dikhawatirkan bakal membunuh para UMKM.

Hal itu membuat netizen di media sosial riuh. Mereka mencuitkan tagar #SellerAsingBunuhUMKM hingga #ShopeeBunuhUMKM.

Menanggapi hal itu, Menkop UKM Teten Masduki segera bertemu dengan perwakilan manajemen Shopee Indonesia pada Kamis (18/2) lalu. Dalam pertemuan itu, manajemen memaparkan data jumlah penjual lintas batas (crossborder) seperti ‘Mr Hu’ hanya sekitar 4.000 atau 0,1 persen dari total 4 juta penjual aktif di Shopee.

Sementara jumlah penjual berskala UMKM masih mendominasi di Shopee, yaitu 3,92 juta atau 98,1 persen dari total 4 juta penjual aktif. Sisanya merupakan penjual berskala pedagang besar atau seller resmi (official store) dari produsen besar.

“Shopee berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM di Indonesia dengan memberikan sorotan khusus melalui inisiatif dan inovasi yang dihadirkan sejak awal Shopee berdiri,” ungkap Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo dalam keterangan resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Hipmi Aceh Siap Mendorong Realisasi Investasi di Aceh

Next Post

Jadi Miliader dan Borong Mobil Mewah, Petani Tuban Tetap Pilih Bekerja di Ladang

Next Post

Jadi Miliader dan Borong Mobil Mewah, Petani Tuban Tetap Pilih Bekerja di Ladang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

30/03/2026
Dua Pemkab di Aceh Gelar Cash for Work Percepatan Pemulihan

Dua Pemkab di Aceh Gelar Cash for Work Percepatan Pemulihan

30/03/2026
Penyegaran Birokrasi, Bupati Al- Farlaky Lantik 145 Pejabat Administrator dan Pengawas

Penyegaran Birokrasi, Bupati Al- Farlaky Lantik 145 Pejabat Administrator dan Pengawas

30/03/2026
Krak, Banda Aceh Jadi Kota Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Krak, Banda Aceh Jadi Kota Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

30/03/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

30/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Rumah Warga Abdya di Banda Aceh Dijarah Maling, Warga Minta Polisi Serius

Alasan Produk China Bisa Dijual Murah di e-Commerce RI

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com