Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ini Harapan Partai Aceh untuk Jokowi di Periode Kedua

redaksi by redaksi
18/10/2019
in Nanggroe
0
Ini Harapan Partai Aceh untuk Jokowi di Periode Kedua

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Mualem Muzakir Manaf berharap kepemimpinan kedua Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI, yang didampinggi KH.Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden RI, dapat menuntaskan point perjanjian damai MoU Helsinki serta sejumlah kewenangan lainnya untuk Aceh, yang tertuang dalam UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

Sebab, kata Mualem sejak perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia, 15 Agustus 2006 di Helsinki, Finlandia, masih ada sejumlah butir MoU dan kewenangan Aceh yang belum terwujud hingga kini atau 14 tahun berlalu.

Harapan itu disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Partai Aceh, H. Muhammad Saleh, di Banda Aceh, Jumat 18 Oktober 2019.

Menurut Shaleh, begitu dia akrab disapa, komitmen ini menjadi penting sebagai upaya merawat damai abadi di Aceh.

“Sehingga tidak ada celah bagi para pihak perusak damai Aceh untuk menghadapkan kembali Aceh face to face dengan Jakarta. Sebab, tak ada gunanya bagi keamanan dan stabilitas di negeri ini,” katanya.

Kecuali itu, kata dia, semakin memperkokok sosok Jokowi sebagai Presiden Indonesia yang peduli dengan keutuhan NKRI.

“Selain itu, harapan rakyat Aceh agar dana Otsus dapat diperpanjang atau diberikan selamanya untuk Aceh, setelah berakhir pada 2027 mendatang.”

Itu sebabnya, sebut Shaleh, berbagai ruang dialog dapat diwujudkan dan tingkatkan.

“Untuk mempercepat proses yang ada. Salah satu caranya adalah Presiden Jokowi membentuk satu badan adhoc lintas kementerian yang berkedudukan di Aceh. Badan ini langsung dibawah Presiden,” usul Mualem melalui Muhammad Saleh.

Misal, kata dia, badan adhoc ini terdiri dari unsur Kemendagri, Kemenkopolhukam, Kementerian Keuangan, Bappenas serta kementerian terkait lainnya. Sehingga, setiap persoalan yang muncul dapat segera dituntaskan dan eksekutornya ada di Aceh, tanpa perlu mata rantai dan birokrasi yang panjang.

“Ini sesuai visi dan prinsip Presiden Jokowi yang akan membentuk kabinet dari sosok menteri yang mempunyai kemampuan sebagai eksekutor,” kata Shaleh.

“Kontestasi politik Pileg dan Pilres 2019 sudah berakhir. Saatnya Presiden Jokowi merekat kembali persatuan dan kesatuan negara. Sebagai bapak bangsa pada paruh kedua kepemimpinannya, Jokowi akan dikenang dari Sabang hingga Papua,” ujar Shaleh.

Partai Aceh juga berharap, Presiden Jokowi tetap membangun infrastruktur Aceh dengan sejumlah program proyek skala nasional di Aceh.

“Yang sudah berjalan dapat dituntaskan dan yang belum, diwujudkan kembali. Salah satunya, pembangunan terowongan Geurute yang menjadi harapan besar masyarakat di pantai barat selatan Aceh,” kata Shaleh.

Terkait kekhususan Aceh dalam menjalankan syariat Islam. Partai Aceh berharap, Jokowi-Ma’ruf Amin, dapat meningkatkan dan mengoptimalkan bantuan pemberdayaan ulama, dayah dan pesantren di Aceh.

Sasarannya, mereduksi adanya ajaran dan aliran radikalisme di Aceh.

”Sebagai Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin kami harapkan dapat berperan optimal. Apalagi, mayoritas dayah dan pesantren di Aceh adalah; Ahlisunnah Waljamaah (Aswaja),”  kata Mualem, melalui Muhammad Saleh.[]

Tags: jokowiJubir dpa pamualem muzakir manafmuhammad salehpartai acehpelantikan jokowi
Previous Post

Warga Pesisir Aceh Besar Keluhkan Percikan Tanah dari Truk

Next Post

Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena

Next Post
Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena

Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PAD Baru 47,8 Persen, Belanja Meledak Rp89,82 Miliar: Fraksi PA “Sentil Keras” Pemkab Pidie Jaya

PAD Baru 47,8 Persen, Belanja Meledak Rp89,82 Miliar: Fraksi PA “Sentil Keras” Pemkab Pidie Jaya

23/09/2026
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Pelajar di Banda Aceh

Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Pelajar di Banda Aceh

23/09/2026
Jumlah Pelamar Kerja dan Magang ke Jepang Sudah Capai 122 Orang

Jumlah Pelamar Kerja dan Magang ke Jepang Sudah Capai 122 Orang

23/09/2026
Delapan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Aceh Tenggara

Delapan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Aceh Tenggara

23/09/2026
Lagi, Pemko Banda Aceh Gelar GPM di Jaya Baru

Lagi, Pemko Banda Aceh Gelar GPM di Jaya Baru

23/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Ini Harapan Partai Aceh untuk Jokowi di Periode Kedua

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Anggota DPRK Abdya Kasyful Wara Bantu Perlengkapan Olahraga untuk PGL VC

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com