NAMA Syufani Usman alias Syekhy tiba-tiba kembali jadi pembicaraan publik di Aceh. Ini karena sosok yang aktif di media sosial tersebut mengajak warga untuk ikut demo menurunkan Wali Nanggroe Malik Mahmud AL-Haytar pada 26 Maret 2021 mendatang.
Syekhy, memang dikenal karena kontroversialnya.
Hasil riset media, nama Syekhy sempat melambung usai Aceh damai pada 2005 lalu.
Ia awalnya mengklaim diri sebagai Ketua Acehness Australian Association (AAA). Kepada awak media, Syekhy juga sempat mengaku sebagai juru bicara GAM – Australia.
Syekhy kerap berbicara di media terkait berbagai persoalan yang menyelimuti Aceh. Di awal 2017, Syekhy juga mengklaim diri sebagai Ketua Presidium GAM Independen.
Pada saat yang bersamaan, ia juga menjadi tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin untuk Aceh.
Pada pilkada 2017 lalu, Syekhy menyatakan dukungannya pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah. Pasangan ini kemudian terpilih sebagai gubernur Aceh periode 2017-2022. Naas, belum setahun memimpin Aceh, Irwandi kemudian ditangkap KPK.
Syekhy sendiri pernah mengancam untuk mengerahkan ribuan massa ke Banda Aceh dengan tuntutan pembebasan Irwandi Yusuf.
Dari massa yang digadang-gadang seribuan orang, namun saat di hari H, hanya berjumlah belasan orang. Itupun kemudian berpolemik karena sebahagian peserta yang datang mengaku diduga karena diiming-imingkan sejumlah uang.
Kini setelah beberapa tahun berlalu, Syekhy kembali mengajak untuk menggelar aksi menurunkan Wali Nanggroe pada 26 Maret mendatang. Rencana ini ternyata mendapat respon dari jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) ban sigom Aceh.
Juru Bicara KPA, Azhari Cage, serta sejumlah panglima wilayah turut mengomentari rencana aksi ini. Hal ini pula yang membuat nama Syekhy kembali melambung.
Berapa orang kali ini yang mampu dihadiri Syekhy ke Banda Aceh?










