Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ketika Gereja Ikut Berdonasi Pembangunan Masjid di Jerman

Admin1 by Admin1
28/04/2021
in Khazanah
0
Ketika Gereja Ikut Berdonasi Pembangunan Masjid di Jerman

Cologne Central Mosque (Masjid Agung Koln) di Jerman. (istockphoto/horstgerlach)

Jakarta – Cologne Central Mosque atau Masjid Agung Koln menjadi salah satu ikon keberadaan umat Muslim di kota Cologne (Koln/Köln), Jerman.

Ide pembangunan Masjid Agung Koln muncul atas inisiatif komunitas Turki Diyanet İşleri Türk İslam Birliği (DITIB) di Jerman. Bahkan peresmiannya pada tahun 2017 dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Masjid Agung Koln dibangun seluas 4.500 meter persegi dengan biaya pembangunan sekitar 20 juta poundsterling.

Tak hanya 884 komunitas Muslim, bahkan St. Theodore Catholic Church ikut menyumbang dana untuk pembangunannya.

Ayah dan anak Gottfried dan Paul Böhm merupakan arsitek masjid dua lantai ini. Sebelumnya mereka dikenal piawai dalam merancang gereja.

Mereka merancang masjid dengan arsitektur Neo Ottoman. Tetap memiliki kubah dan dua menara, namun gaya bangunannya terlihat modern dan minimalis.

Kubahnya beratapkan kaca, sementara menaranya setinggi 55 meter. Masjid ini mampu menampung hingga 4.000 jamaah.

Meski jumlah umat Muslim di Jerman hanya sekitar 5,4 persen dari populasi keseluruhan pada 2015, Masjid Agung Koln kokoh berdiri dan menjadi salah satu masjid terbesar di Eropa.

Di balik keindahan dan kemegahannya, pembangunan masjid ini diiringi oleh banyak kontroversi, mulai dari penolakan warga setempat sampai kritik dari politikus sayap kanan.

Juru bicara DITIB, Alboga, mengatakan dinding serta kubah kaca digunakan untuk memberikan unsur keterbukaan kepada jemaah. Unsur tersebut semakin ditonjolkan lewat tangga-tangga masuk yang sudah terlihat dari pinggir jalan.

Sang arsitek mengatakan keterbukaan menjadi filosofi pembangunan masjid dengan maksud masyarakat umum dipersilakan mengenal Islam lebih dekat melalui masjid tersebut.

Masjid Agung Koln memang memiliki beberapa area sekuler yang bisa digunakan seluruh warga tanpa membatasi agamanya seperti taman, restoran yang menyajikan kuliner khas Turki, Arab, serta Asia Selatan, aula, serta pertokoan.

Sementara itu, bagian bawah tanah Masjid Agung Koln menjadi ruangan belajar. Pintu masuk serta bazaar terletak di lantai dasar. Area salat berada di lantai atas bersama dengan ruang perpustakaan.

Sebuah sumur terletak di tengah-tengah masjid untuk menghubungkan dua lantai tersebut dan menciptakan suasana menyenangkan.

Masjid Agung Koln biasanya ramai dikunjungi warga Jerman pada 3 Oktober setiap tahun. Hal itu guna merayakan Hari Pintu Terbuka Masjid di Jerman sejak 1997.

Hari tersebut ditetapkan sebab Dewan Pusat Muslim di Jerman ingin seluruh warga tanpa batasan agama bisa berkunjung ke masjid-masjid.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Bripka Jonni Sunat 30 Anak Yatim di Pidie Jaya

Next Post

Kepala Pegadaian Syariah Blangpidie Tutup Program Ramadhan Bersama Al-Qur’an

Next Post
Kepala Pegadaian Syariah Blangpidie Tutup Program Ramadhan Bersama Al-Qur’an

Kepala Pegadaian Syariah Blangpidie Tutup Program Ramadhan Bersama Al-Qur'an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

22/09/2026
Abi Roni: Abdya Pastikan Ikut Kontestasi Tuan Rumah PORA ke-16 Tahun 2030

Abi Roni: Abdya Pastikan Ikut Kontestasi Tuan Rumah PORA ke-16 Tahun 2030

22/09/2026
Cegah Ekstremisme, Mahdi Efendi Tekankan Penguatan Program di Lapangan

Cegah Ekstremisme, Mahdi Efendi Tekankan Penguatan Program di Lapangan

22/09/2026
Legislatif dan Eksekutif Tandatangani Persetujuan Bersama Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026

Legislatif dan Eksekutif Tandatangani Persetujuan Bersama Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026

22/09/2026
Kesbangpol Aceh Perkuat Rencana Aksi Daerah hingga Desa dan Sekolah

Kesbangpol Aceh Perkuat Rencana Aksi Daerah hingga Desa dan Sekolah

22/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Ketika Gereja Ikut Berdonasi Pembangunan Masjid di Jerman

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com