BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh menegaskan dukungannya terhadap penggabungan usaha tiga Bank Syariah milik Himbara menjadi PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk.
Dukungan diberikan karena bank hasil merger ini dipercaya bisa menjadi entitas perbankan syariah yang sama, atau lebih besar dari bank-bank konvensional.
“Selain berpotensi menguasai pasar keuangan syariah nasional, Bank Syariah Indonesia juga bisa memiliki daya saing global dengan besarnya modal dan aset yang dimiliki.” kata Ketua Umum PWPM Aceh Rudi Ismawan pada rilis yang diterima awak media, Rabu (11/05/2021).
Ia menambahkan, BSI yang merupakan hasil penggabungan milik BUMN itu diharapkan fokus untuk menggarap bisnis core competence masing-masing dan bisa saling menguatkan.
“Jadi bank merger nantinya memiliki layanan berbasis syariah yang terintegrasi dan komprehensif bagi semua segmen nasabah, mulai dari yang mikro, kecil, menengah (UMKM), ritel, wholesale, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun global,” ujar Rudi Ismawan.
Sebagai organisasi sosial yang memiliki cakupan luas, lanjutnya. Muhammadiyah harus mendukung keberadaan Bank Syariah Indonesia ini. Dukungan ini diperlukan agar bank dapat segera mewujudkan visinya menjadi satu dari 10 Bank Syariah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dalam waktu 5 tahun ke depan.
“Awalnya, saya berharap Pemerintah memilih salah satu di antara beberapa Bank Syariah plat merah yang dikonversi menjadi Bank Syariah Unggulan dan berdaya saing global. Namun, ternyata pemerintah lebih memilih tiga Bank Syariah yang dimerger. Saya kira itu juga tidak ada masalah, harus kita support.” kata Rudi
Alasan Pemuda Muhammadiyah mendukung BSI beroperasi di Aceh tidak lain karena agar masyarakat bisa terlibat aktif berimigrasi dari konvensional ke dyariah dalam transaksi perbankan.
“Namun pihak Bank BSI juga harus ekstra bekerja. Soalnya investasinya kan tinggi untuk memperbaiki Bank Syariah, maka kerjanya manajemen harus lebih tinggi dengan model baru ini. Harapan saya begitu, semoga ini menjadi titik balik perbaikan perekonomian dan menciptakan kesejahteraan umat,” pungkas Rudi Ismawan.
Reporter: Rusman










